HETANEWS.COM

Siantar Masih Bertahan di Zona Merah, Pemimpin Dianggap Raport Merah

Ilustrasi. (Int)

Oleh: Agus BM Butarbutar, SE, DPD JAMAN Sumut

Kota Siantar yang katanya di zona merah, pada masa pandemi Covid-19, adalah merupakan potret raport merah untuk seorang pemimpin kepala daerah.

Cerminan itu terlihat, masih adanya terjadi tidak satu frekwensi, antara pimpinan dan jajarannya.

Dalam hal ini, tindakan preventif tidak ditemukan untuk menghindari kritikan berkepanjangankepada pimpinan daerah, termasuk totalitas fungsi pengawasan legislatifnya yang belum berujung solutif.

Diduga lebih mementingkan posisi tawar daripada kepentingan rakyat Siantar.

Hefriansyah yang terkesan selalu selamat dari berbagai tuntutan, seperti isu dugaan korupsi, penistaan suku Simalungun, dilaporkan ke KPK, bahkan isu "pemakzulan", sungguh penuh dengan teka-teki.

Pada masa krisis saat ini, secara Nasional, melalui himbauan pemerintah pusat, pelaksanaan dalam hal new normal (tatanan baru) di berbagai daerah sudah menyesuaikan kinerja yang pro aktif untuk pemulihan ekonomi rakyatnya. Diharapkan masyarakat Siantar melalui nahkodanya tentunya ekstra berbenah, bukan bertambah gamang, justru kepala daerahnya digugat warganya (warga gang Demak).

Belakangan ini, terdengar ada isu berbagi-bagi proyek dari pihak Dinas PUPR Siantar kepada para kontraktor. Belum dipastikan, apakah bahwa pilihan itu adalah dianggap sebagai skala prioritas daripada menyelamatkan kota Siantar ini dari "stigma zona merah".

(*)

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan