HETANEWS.COM

Urgensi Proyek PUPR Siantar Dipertanyakan

ilustrasi

Siantar, hetanews.com - Status zona merah serta penambahan jumlah kasus positif Covid 19 di Siantar semakin hari kian meluas. Kondisi demikan, Pemko Siantar melalui Dinas PUPR memilih  memulai menggenjot proyek pembangunan tahun 2020.

Salah satu organisasi yang fokus terhadap isu pemerintahan, DPC Himapsi Siantar angkat bicara dan menyoroti hal tersebut. Musababnya, dipertanyakan urgensi proyek PUPR di masa pandemi  Covid-19, yang penyebarannya semakin massif. 

“Saat ini warga Siantar menaruh preseden buruk terhadap kepemimpinan Walikota saat ini, karena dinilai tidak mampu mengurangi angka positif Covid 19. Kita bukan menolak pembangunan di Siantar, namun lihat situasinya dan apa urgensinya,” ujar Plh Ketua DPC Himapsi Siantar, Dedi Wibowo Damanik, Rabu (1/7/2020).

“Itu terlihat juga dari beberapa waktu lalu, kelompok warga telah mengajukan gugatan class action ke pengadilan negeri Siantar menggugat Walikota Hefriansyah,” imbuhnya.

Menurutnya, pembangunan proyek  sangat bertolak belakang dengan imbau Presiden RI supaya pemerintah daerah kerja keras memutus penyebaran Covid 19 segera diselesaikan.

"Disaat Presiden Joko Widodo menuangkan amarahnya beberapa waktu lalu, itu menandakan supaya pemerintah daerah dan menteri bekerja serius untuk menekan angka kasus Covid-19 yang semakin massif," ucap Dedi.

Sumber menyebutkan, proyek pembangunan 2020 di Dinas PUPR sudah dibagi kepada para Kontraktor. Jenis proyek yang akan dilakukan dari APBD 2020 ini dinilai tidak urgen dibandingkan penangan Covid 19 yang semakin pesat. 

“Kota Siantar masih dalam status darurat, dapat dilihat dari kecamatan-kecamatan yang ditetapkan sebagai zona merah. Penanganan terhadap kasus Covid 19 harus diprioritaskan dibanding dengan pembangunan proyek,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh dari sumber hetanews, di tengah Pandemi Covid 19 yang semakin mengganas, Dinas PU kota Pematangsiantar sudah mulai membagi-bagikan proyek kepada para kontraktor. 

"Ia, proyek di dinas PUPR akan berlangsung dan yang saya ketahui proyek tersebut sudah di bagi-bagi kan," ujar Sumber.

Menurutnya, hal itu terlalu dipaksakan sementara penggunaan APBD sepatutnya dimaksimalkan untuk menangani dan memutus penyebaran virus corona.  

" Dari sini kita menilai kalau pemko itu terkesan sudah tidak peduli dengan anjuran pemerintah pusat untuk lebih mengutamakan penanganan Covid 19, dari pada pengerjaan proyek," jelas Sumber menambahkan.

 Baca juga: PUPR Siantar ‘Bagi bagi’ Proyek Di Tengah Pandemi

Penulis: tim. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan