HETANEWS.COM

Polisi Soal Penganiayaan Remaja: Korban dan Penganiaya Masih di Bawah Umur

Tangkap layar video aksi kekerasan yang dialami remaja perempuan yang diduga terjadi di Kota Padang.

padang, hetanews.com - Pihak kepolisian membenarkan peristiwa penganiayaan seorang perempuan yang dilakukan sekelompok remaja viral di media sosial, terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Aksi penganiayaan yang direkam dan akhirnya beredar di media sosial Facebook itu menuai kecaman netizen.

Peristiwa ini ternyata di salah satu lapangan Kompleks Villa Mega, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Menurut Kapolsek Padang Selatan, AKP Ridwan, aksi penganiayaan secara bersama-sama itu terjadi pada Senin (29/6), sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban sudah membuat laporan polisi setelah kejadian itu. Korban mendatangi polsek malam harinya," ujar Ridwan dihubungi langkan.id, Selasa (30/6) malam.

Laporan korban teregister bernomor LP/108/B/VI/2020/ Sektor Padang Selatan tertanggal 29 Juni 2020. Ridwan mengatakan, korban dan kelompok penganiayaan diketahui anak yang masih di bawah umur.

"Dia anak di bawah umur, tentu kami proses sesuai standar operasional anak di bawah umur. Kalau dipanggil-panggil tidak masuk, makanya diundang semuanya (memberikan keterangan)," kata dia.

Ridwan mengungkapkan, pihaknya akan mengundang korban dan semua yang terlibat dalam aksi penganiyaan tersebut. Dijadwalkan, kedua belah pihak mendatangi mapolsek pada Rabu (1/7).

"Saksi, pelapor, pokoknya yang terlibat di dalam peristiwa itu dipanggil. Tapi kami tetap memakai prosesor hukum Undang-Undang perlindungan anak. Kalau tidak kami disalahkan, walaupun sudah viral," jelasnya.

Sebelumnya, tiga video dalam aksi penganiayaan itu dibagikan akun Facebook bernama @Chang May Konter Uniang. Dari salah satu video yang berdurasi 30 detik, tampak korban yang sepertinya masih remaja mengenakan baju belang-belang mendapatkan aksi kekerasan yang juga dilakukan seorang perempuan.

Rambut korban dijambak dengan seorang perempuan yang mengenakan baju berwarna merah. Tak hanya itu, korban juga beberapa kali mendapat pukulan tepat di kepala bagian belakang.

Meskipun korban telah bersujud karena dihimpit remaja yang melakukan penganiaya, namun aksi pemukulan terus terjadi. Bahkan, salah seorang perempuan lainnya berbaju hitam sempat memegangi korban.

Namun dari rekaman video, si perekam meminta rekannya yang memegangi untuk menjauhi korban dan membiarkan perempuan berbaju merah melakukan aksi pemukulan.

Sementara di video selanjutnya, yang merekam sempat menyorot wajah korban. Serta memperlihatkan beberapa luka goresan akibat aksi kekerasan yang dialami korban. Luka goresan itu terdapat di bagian lengan tangan kanan dan kiri korban.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!