HETANEWS.COM

Diancam 10 Bulan Penjara, Jurtul Togel Ini Masih Minta Diperingan

Terdakwa Sarjono, didampingi petugas mengikuti sidang online dan diancam 10 bulan penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Sarjono (42), warga Ujung Padang, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, terbukti menjadi juru tulis (Jurtul) judi toto gelap (Togel),  dituntut 10 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang digelar secara online, melalui vidcon, Selasa (30/6/2020).

Menurut Jaksa Firmansyah, terdakwa bersalah dan melanggar pasal 303 ayat 1 KUH Pidana.              

Perjudian itu, dilakukan terdakwa pada Sabtu, 7 Maret 2020 lalu, pukul 19.00 WIB, di dalam rumah terdakwa.

Dua anggota polisi dari Polsek Bangun, Erikson Sitorus dan Rahmat Adiwijaya yang mengetahui informasi dari masyarakat, melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan mengamankan barang bukti, 1 unit handphone, berisikan angka-angka tebakan pesanan orang, uang Rp 50 ribu, dan sebuah pulpen.

Barang bukti tersebut, dinyatakan dimusnahkan, sedangkan uang Rp50 ribu dirampas untuk negara. Menurut terdakwa,  dari  omzet penjualannya, dia memperoleh komisi 10 persen dari Teten, selaku bandar togel, warga Sei Balai Batubara, yang hingga kini belum tertangkap.             

Atas tuntutan jaksa, terdakwa Sarjono memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Dengan alasan, merupakan tulang punggung keluarga dan menyesali perbuatannya. "Saya mohon, hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal,"katanya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk mendengar vonis  hakim yang dipimpin Hendrawan Nainggolan, sidang dibantu panitera, Jonni Sidabutar, ditunda hingga Selasa mendatang.  

Penulis: ay. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!