HETANEWS.COM

PN Simalungun Kembali Sidangkan Pelaku Pembunuhan Pelajar di Areal Kebun Karet

Terdakwa M Aldi disidangkan online di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Setelah hakim memvonis RBP (17), pelaku pembunuhan pelajar di kebun karet dan mayatnya ditemukan warga, beberapa waktu lalu, Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, kembali menyidangkan terdakwa lainnya, M Aldi (19), warga Bangun 17, Kecamatan Gunung Malela yang berprofesi sebagai tukang las.

Agenda persidangan pembacaan dakwaan oleh jaksa Juna Karo-Karo SH, disidang online PN Simalungun, Selasa (30/6/2020).

Terdakwa M Aldi, disidangkan terbuka untuk umum karena usianya sudah dewasa. Sedangkan RBP, disidangkan lebih dulu dan telah divonis, pada Mei 2020 lalu karena masih berstatus anak (belum dewasa) dan disidangkan tertutup dalam sistem peradilan Anak. RBP telah divonis 9 tahun.

Menurut dakwaan jaksa, terdakwa M Aldi dan RBP, telah melakukan pembunuhan terhadap korban Canda Prayoga (13) yang ditemukan sudah menjadi mayat, di kebun karet dalam posisi duduk.

Pembunuhan itu, dilakukan RBP dan M Aldi, pada Sabtu, 4 April 2020, lalu.

Mayat korban, ditemukan di areal kebun karet PTPN III Bangun, pada Rabu, 8 April 2020 lalu, oleh seorang penggembala sapi dan melaporkannya ke Polsek Bangun.             

Terdakwa M Aldi, mau saja  diajak oleh RBP menghabisi nyawa korban, demi mendapatkan sepeda motor dan handphone korban. Karena M Aldi terdesak hutang untuk menebus sepeda motornya yang sempat digadaikan seharga Rp500 ribu. RBP dan terdakwa merencanakan pembunuhan tersebut dengan mengundang korban minum minum di rumah M Aldi.

Pada tengah malam, M Aldi mengajak korban dengan alasan menemui cewek dan bersama RBP menuju kebun karet.

Disitulah korban dicekik hingga tewas. Para pelaku mengambil cangkul dan menggali tanah yang tak cukup dalam. Korban dalam posisi jongkok dikubur dengan tanah dan ditutup dedaunan.             

Barang curian, berupa HP, dijual kepada Khoirul Laksono als Kopral, di Bukit Maraja, seharga Rp850 ribu. Sedangkan sepeda motor korban, dijual para terdakwa, bersama Kopral ke Tebing.

Sepeda motor korban dijual seharga Rp1.750.000 kepada Rudi dan uangnya Rp 500 ribu, digunakan untuk menebus sepeda motor yang digadaikan. Sisanya dibagi dan digunakan untuk minum- minum di Bukit Maraja.          

Jaksa menjerat terdakwa dengan dakwaan berlapis, melanggar pasal 340, pasal 339, pasal 338 dan pasal 365 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. Didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa tidak keberatan dengan dakwaan jaksa dan tidak mengajukan eksepsi.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim, pimpinan Hendrawan, menunda persidangan hingga Selasa mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!