HETANEWS.COM

Penampilan Rhoma Irama Bikin Bupati Bogor Kecewa

Foto: Rhoma Irama bernyanyi di acara khitanan di Bogor

Bogor, hetanews.com - Meski telah dilarang, pedangdut Rhoma Irama tetap menyanyikan beberapa lagu di sebuah acara khitanan di Bogor. Bupati Bogor Ade Yasin meluapkan rasa marah dan kecewanya.

Awalnya sebuah video viral di media sosial saat pedangdut Rhoma Irama tengah bernyanyi menghibur masyarakat di Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pihak Kecamatan Pamijahan menyebut bahwa Rhoma Irama bernyanyi bukan dalam rangka menggelar konser.

"Jadi bukan konser, dia (Rhoma Irama) hadir sebagai tamu undangan. Iya, karena kan kalau misalkan kita artis ni diundang sama pemilik acara pasti kita juga minta 'Kang, ambil atuh kang bawakeun hiji dua lagu mah' (Kang, bawakan 1-2 lagu dong), gitu," kata Hari, ketika dihubungi, Minggu (28/6/2020).Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pamijahan, Hari Prihartono mengatakan Rhoma Irama menjadi tamu undangan dalam acara khitanan. Dia menyebut bahwa Rhoma Irama saat itu diminta untuk menyanyikan sebuah lagu oleh pemilik acara.

Selain Rhoma Irama, kata dia, acara yang digelar Abah Surya mengundang 150 tamu VVIP. Menurutnya, artis-artis seperti Rita Sugiarto, Lala Ardita, Yunita Ababil, dan Ridho Rhoma juga turut menjadi tamu undangan acara tersebut.Hari menjelaskan Rhoma Irama datang ke acara khitanan anaknya Abah Surya di Pamijahan. Rhoma dan Abah Surya, lanjutnya, saling mengenal atau merupakan kerabat.

"Jadi gini, kalau panggung yang saya pertimbangkan awal itu hanya panggung sunatan saja, awalnya. Ternyata ada alat-alat musiknya. Tapi dalam hal ini performnya bukan personel Soneta," katanya.

Dia mengungkapkan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pamijahan tidak memberikan izin terkait acara tersebut. Polisi, lanjutnya, juga tidak memberikan izin keramaian.

Dia mengatakan Abah Surya, selaku pemilik acara berkomitmen penuh untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Hal ini, kata Hari, disampaikan Abah Surya ke Muspika Pamijahan.

"Masalah kerumunan warga, itu sangat mungkin terjadi. Namanya juga warga haus hiburan. Apalagi yang datang itu adalah artis-artis ibu kota, kan ya. Nah Abah Surya di awal itu sudah komitmen kepada kami 'Pak seandainya kegiatan tetap berlangsung kami akan menerapkan protokol kesehatan'. Tapi kan di saat ada kerumunan warga, kita nggak bisa mengawal semua warga sesuai dengan protokol," ucap dia.

"Tetapi pada hari H-nya (Minggu, 28/6) mereka tetap tampil. Ini juga, ya kita marah kecewa juga, ya. Kenapa mereka melanggar komitmennya sendiri," kata Ade Yasin, di Pendopo Bupati Bogor, Komplek Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2020).Menanggapi hal itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku marah dan kecewa.

Menurut Ade, kemarahannya itu bukan tanpa sebab karena tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor sudah menginformasikan bahwa acara tersebut dilarang.

Selain itu, lanjutnya, surat edaran tentang larangan menggelar acara juga sudah diberikan ke pihak yang akan mengundang Rhoma Irama.

"Lalu tim sudah ke sana dan mereka (pemilik acara) tidak akan melaksanakan (acara), termasuk statement dari Rhoma Irama juga tidak akan melaksanakan (tampil di panggung). Jadi kita percaya itu. Jadi ya, kami kecewa dengan ketidak-komitmen baik penyelenggara maupun pengisi acara," ungkapnya.

Ade mengatakan Rhoma Irama datang sebagai tamu undangan. Dia menyayangkan sikap Rhoma Irama karena menyanyikan beberapa lagu di atas panggung. Menurut Ade, Rhoma Irama adalah magnet. Sebab, kata Ade Yasin, ketika sang Raja Dangdut ini tampil, akan mengundang banyak orang untuk melihatnya.

"Ya ngomongnya kan nggak jadi, tiba-tiba datang. Katanya sih sebagai tamu. Tapi kan kalau sebagai tamu tidak harus tampil sehingga mengundang kerumunan orang, begitu ya. Kan itu magnetnya kita tahu lah, cukup kuat. Orang itu siapa sih, apalagi orang Bogor Barat yang nggak fans, ya," ungkap dia.

Ade mengatakan kegiatan yang ada di Pamijahan itu melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sedang diberlakukan. Dia mengungkapkan akan ada sanksi bila terbukti melanggar aturan PSBB.

"Kita lihat dulu bedah kasusnya. Dengan Pak Kapolres nanti bisa ditanya, dengan Pak Dandim. Jadi siapa yang memang punya, bertanggung jawab terhadap itu.

"Kena sanksi, tapi berdasarkan pemeriksaan nanti. Kan dipanggil semua tuh, penyelenggara sama yang tamunya juga yang menimbulkan kerumunan, kita panggil," sebut Ade.

Ade juga mengatakan pihaknya sudah bersikap tegas dan mengirimkan surat peringatan agar pedangdut Rhoma Irama tidak tampil dalam bentuk acara apapun. Ade mengatakan penyelenggara tidak taat pada aturan.

"Gugus Tugas sudah bersikap tegas dengan mengirimkan surat peringatan agar Bung Rhoma tidak tampil dan segala bentuk hiburan ditiadakan karena bisa mengundang keramaian. Namun kenyataan beberapa acara tetap digelar, tidak mengindahkan peraturan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bogor yang tertuang dalam Perbup (Peraturan Bupati) No. 35 tahun 2020," kata Ade dalam keterangannya, Minggu (28/6/2020).

Ade menilai dengan tampilnya Rhoma Irama itu memicu kerumunan masyarakat. Ade meminta agar pihak penyelenggara diproses hukum.

"Saya minta semuanya diproses hukum, tidak pandang bulu siapapun orang yang melanggar aturan, jangan sampai Kabupaten Bogor menjadi epicentrum COVID-19 karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Cibungbulang Kompol Ade Yusuf mengatakan Rhoma Irama datang sebagai tamu undangan. Rhoma pun diminta menyumbangkan lagu.

"Bukan konser, ya. Jadi beliau itu datang ke undangan. Karena yang hajat itu sahabatnya. (Rhoma Irama) datang ke sini, yang namanya teman, yang namanya sahabat, datang ke undangan, ada musik, nyumbang lah dia lagu," kata Kompol Ade, ketika dihubungi.

Ade Yusuf menjelaskan pemilik acara tidak mengeluarkan izin keramaian atas acara tersebut. Terkait sanksi, pihaknya menyerahkan kepada gugus tugas Kabupaten Bogor.

"Oh nggak ada izin ya dari saya, dari siapapun, nggak ada izin. Nggak (menyelenggarakan acara) diam-diam ya. Mereka (pemilik acara yang mengundang Rhoma Irama) kan sebelumnya juga mau mengadakan, tapi sama kita dilarang kemarin sama gugus tugas itu. Dengan gugus tugas sudah dilarang ya, kemudian ada pencabutan maklumat (larangan berkerumun) dari Kapolri itu, sama pernyataan dari Gubernur itu bahwa, apa namanya, yang namanya acara nikahan (atau kegiatan lain) itu dibolehkan tapi dengan mengikuti prosedur protokol kesehatan," ujarnya.

"Dari gugus tugas ya (sanksinya), bukan dari kami (polisi). Gugus tugas kan sudah disampaikan ya, tempo hari juga (tentang penolakan acara Rhoma Irama)," sambung Ade Yusuf.

Sedangkan Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan polisi akan memeriksa Rhoma Irama dan penyelenggara acara.

"Jadi untuk penerapan pasal nanti akan kita tentukan setelah kita lakukan pemeriksaan, pemanggilan terhadap orang-orang yang memang terlibat di dalamnya (acara di Pamijahan). Baik itu penyelenggaranya, atau mungkin dari tamu-tamu yang tadi disampaikan ibu Bupati, kita semua akan periksa," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, di Pendopo Bupati Bogor, Komplek Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2020).

Roland memastikan Rhoma Irama juga akan ikut diperiksa. "Ya, semua kita periksa (termasuk Rhoma Irama)," lanjutnya.

Namun, Roland belum menjelaskan kapan akan memanggil Rhoma Irama untuk dimintai keterangan. Terkait acara khitan yang digelar hingga membuat kerumunan karena Rhoma Irama mengisi beberapa lagu, ia belum dapat memastikan apakah melanggar atau tidak.

"Ya ini nanti kita lihat hasil pemeriksaan itu. Kita belum bisa mengambil kesimpulan dulu, sambil nanti kita dalami, kita pelajari," ungkap Roland.

Roland mengatakan imbauan telah diberikan agar penyelenggara tidak menggelar acara. Dia pun mengaku kecewa karena penyelenggara tetap melaksanakan kegiatan meski sudah dilarang.

"Kita sudah mengirimkan surat juga untuk menolak diadakan hiburan dalam acara khitanan tersebut. Jadi memang kita kecewa juga dengan adanya ini karena tidak melakukan apa yang sudah kita sampaikan, seperti itu," ucap Roland.

Dalam kesempatan terpisah, Rhoma Irama angkat bicara. Dia mengaku mendapat kabar dari pihak tuan rumah terkait penerapan PSBB yang mulai dilonggarkan di kawasan Bogor. Hal itu kemudian menjadi patokan Rhoma untuk hadir dalam acara.

"Jadi gini, setelah kita nyatakan kita sepakati tidak ada Soneta. Bahwa tuan rumah menyatakan kepada saya bahwa sudah ada pelonggaran dari Kapolri dan Gubernur Jawa Barat maka tetap melaksanakan hajatan itu," ujar Rhoma Irama saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Lebih lanjut, Rhoma mengaku tak dapat menghadirkan bandnya sebelum PSBB murni dicabut. Ia datang sendiri lantaran diminta untuk tetap hadir. Ketika sampai di sana, Rhoma mengaku diminta untuk menyumbangkan lagu dan tausiyah.

"Cuma saya bilang, Soneta tidak bisa tampil, belum betul-betul PSBB murni gitu. 'Kalau gitu bang Haji kondangan aja deh'. Saya pun kondangan, jadi sampai di sana saya lihat orang banyak dan beberapa artis ibu kota tampil, ada musiknya," tuturnya.

"Maka tuan rumah minta, kan khitanan tuh, berikan tausyiah. Maka saya sampaikan tausiyah singkat. Setelah itu, semua itu minta nyanyi. Saya pun nyanyi itu aja sih," jelasnya.

Rhoma juga mengaku, selama kedatangannya dikawal oleh aparat hukum. Rhoma dikawal ke mana pun ia pergi sampai pentasnya selesai.

"Dan saya selama di sana di dampingi oleh aparat, selama di lokasi didampingi aparat maupun di ruang tunggu, ruang tamu sampai dikawal pentas," tutur Rhoma.

Ditegaskan Rhoma, ia dan pihak tuan rumah pelaksana acara memang teman dekat. Rhoma pun menyelesaikan tiga lagu beserta tausiahnya.

"(Lagu) Dua sampai tiga lagu mungkin ya. Sama tausyiah singkat," ungkapnya.

Sumber: detik.com 

Editor: suci.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!