HETANEWS.COM

Kriminal Jabodetabek: Penculikan Remaja di Depok hingga Kurir Narkoba Ditangkap

Depok, hetanews.com - Kasus kriminal sejatinya dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Bahkan, kriminalitas bisa saja terjadi di sekitar kita.

Selama Senin (29/6), ada sejumlah kasus kriminal yang terjadi di Jabodetabek. Dari sejumlah kasus, polisi berhasil mengungkap kasus dan menangkap pelaku kejahatan.

Berikut sejumlah kasus yang telah kumparan rangkum:

  • Polisi Temukan 4 Anak yang Sempat Diculik di Depok

Aksi penculikan 8 anak terjadi di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/6). Beruntung tak semuanya berhasil dibawa pelaku karena ada empat anak yang sejak awal melarikan diri karena curiga dengan gelagat pelaku. Sementara empat anak lainnya berhasil ditemukan polisi.

Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim mengatakan, pihaknya berhasil menemukan korban penculikan. Kini pihaknya sedang mengejar pelaku.

"Semua sudah ditemukan. Tinggal tersangkanya yang kami kejar," kata Ibrahim.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Depok AKP Elly Pandiansari mengungkapkan, modus pelaku adalah mengajak anak-anak tersebut mengikuti turnamen e-sport multiplayer di daerah Margonda.

"Seorang laki-laki dewasa yang tidak anak-anak tersebut kenal, lalu mengajak anak-anak untuk ikut Turnamen Multiplayer di daerah Margonda, Depok," kata Elly dalam keterangan tertulisnya.

  • Kurir Narkoba yang Sembunyikan Sabu di Shockbreaker Mobil Ditangkap

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap empat kurir narkoba. Polisi pun mengamankan sabu seberat 11,82 kg dari tangan pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, para tersangka menyembunyikan sabu tersebut di shockbreaker mobil untuk mengelabui polisi.

“Sabu disembunyikan di shockbreaker bagian depan mobil. Kemudian mobil ditaruh di parkiran selanjutnya tersangka mengambil mobil tersebut dan dibawa ke tempat tinggalnya,” kata Nana di Mapolda Metro Jaya.

Ilustrasi Sabu
Ilustrasi Sabu

Kasus ini terungkap ketika polisi lebih dulu menangkap salah satu tersangka bernama Jaja di Bintaro, Tangerang Selatan. Polisi telah mengikuti tersangka saat dia mengambil mobil berisi sabu.

“Kita ikuti perkembangannya, sampai dia ngambil kendaraan di parkiran di Tangerang diikuti sampai ke rumahnya dan dipastikan yang bersangkutan bawa sabu dan anggota langsung menangkap dan menggeledah di rumahnya,” ujarnya.

Menurut Nana, sabu tersebut diduga berasal dari jaringan Iran dan Aceh. Pihaknya masih terus mendalami kasus peredaran narkoba ini.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

  • Polisi Gerebek Pabrik Liquid Vape dan Tembakau Gorila

Polisi menggerebek sebuah rumah yang jadi tempat memproduksi tembakau gorila dan liquid vape di Bali. Total ada 8 tersangka yang berhasil ditangkap.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, penggerebekan ini berawal dari penangkapan seorang tersangka, FA, pada 12 Juni di Cawang, Jakarta Timur. Dari penangkapan FA, polisi menyita 5 botol berisi liquid vape mengandung narkotika.

Narkotika, Liquid Vape, Barang bukti
Barang bukti yang ditemukan dilokasi peracikan Narkotika jenis Liquid Vape.

"Dari keterangan tersangka kami melakukan pengembangan. Diketahui, narkotika ini diproduksi di Bali," kata Nana dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.

Polisi pun melanjutkan pengejaran hingga ke Bali. Dari penangkapan itu, polisi menangkap 5 tersangka di 5 lokasi berbeda pada Sabtu 20 Juni dan Minggu 21 Juni 2020.

"Tersangka berinisial AAN, IK, NIKA, AAP, ANA, AEP, dan K," lanjutnya.

  • Anggota Polisi Dikeroyok Warga Nigeria di Kosambi, Jakarta Barat

Anggota satuan Cyber Crime Polda Metro Jaya dikeroyok sejumlah warga negara asing yang diduga berasal dari Nigeria di Apartemen Green Park View, Blok F, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Baik. Kejadian ini bermula ketika WNA itu mengira polisi tengah melakukan razia di apartemen tersebut.

"Kemudian ada salah satu warga negara asing, kemungkinan Nigeria berteriak, 'ada razia warga negara asing, tidak lama kemudian sekelompok warga asing (Nigeria) langsung tiba-tiba melawan pihak kepolisian dan mengeroyok 4 orang personel anggota Cyber Crime Polda Metro Jaya," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Tengku Arsya Khadafi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/6).

Keributan pun pecah dan berujung pada pemukulan terhadap anggota Polri. Disebutkan ada 80 WNA yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

"Dengan bantuan personel Jatanras PMJ, Polres Jakbar, Polsek Cengkareng dan warga dapat diamankan 9 warga Kulit Hitam dan dibawa ke Polda Metro Jaya," kata Arsya.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut bahwa para warga negara asing tersebut mengira akan terjadi razia dari pihak Imigrasi, sehingga mereka nekat dan melakukan perlawanan, pengadangan, dan pengeroyokan terhadap polisi.

Padahal, polisi sedang dalam tugas penangkapan dan pengembangan kasus penipuan online yang tinggal di apartemen tersebut. Belum diketahui mengapa mereka takut dirazia.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!