HETANEWS.COM

Sri Mulyani soal Kemarahan Jokowi saat Rapat: Kami Akan Kerja Lebih Keras

Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Hetanews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons kemarahan Presiden Jokowi saat membuka sidang kabinet pada Kamis (18/6). Menurutnya, jajaran menteri akan bekerja lebih keras dalam situasi saat ini.

"Kami kerja lebih keras, lebih cepat, lebih baik, kan itu yang diharapkan Bapak Presiden," ujar Sri Mulyani usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/6).

Sri Mulyani melanjutkan, permintaan Jokowi tersebut merupakan hal yang wajar. Apalagi situasi saat ini memang dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai krisis (sense of crisis), sehingga kebijakan yang diambil pemerintah bisa tepat sasaran.

"Kita kan menghadapi krisis, jadi memang harus lakukan itu. Instruksi kan disampaikan beliau dan bagus untuk kita semua ada sense of crisis yang dilakukan," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku jengkel dengan sejumlah menterinya yang menurut dia masih menganggap situasi pandemi saat ini bukan sebuah krisis.

"Misalnya saya beri contoh. Bidang kesehatan, dianggarkan Rp 75 triliun. Baru keluar 1,53 persen coba.

Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga men-trigger ekonomi," kata Jokowi.

"Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, untuk tenaga medis, segera keluarkan. Belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp 75 triliun seperti itu," tambahnya.

Adapun hingga saat ini, pemerintah menganggarkan dana pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 995,2 triliun. Realisasi anggaran kesehatan sudah naik menjadi 4,68 persen atau sekitar Rp 4,09 triliun dari pagu anggaran kesehatan saat ini Rp 87,5 triliun.

“Update mengenai PEN (pemulihan ekonomi nasional) untuk kesehatan mencapai 4,68 persen,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/6).

Begitu juga dengan anggaran perlindungan sosial yang saat ini telah mencapai 34,06 persen atau Rp 69,4 triliun dari pagu anggaran Rp 203,9 triliun.

Realisasi anggaran bidang sektoral atau pemda juga naik menjadi 4 persen atau sekitar Rp 4,24 triliun. Anggaran UMKM telah terserap 22,74 persen atau sekitar Rp 28,07 triliun.

Sumber: kumparan.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!