HETANEWS.COM

Istrinya Diperkosa, Pria di Nias Bacok Ponakan Sendiri hingga Tewas

Konferensi pers di Polres Nias. Foto: dok. Istimewa

Nias, hetanews.com - Pria bernama Operius Hura alias Ama Galite asal Nias, Sumatera Utara, tewas setelah dibacok berulang kali oleh pamannya sendiri, YN (46). Operius dibacok usai diduga memperkosa istri YN alias tantenya sendiri.

"Iya. Motifnya karena korban memperkosa istri pelaku," kata Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, saat dimintai konfirmasi, Senin (29/6/2020).

Korban dan tersangka pembunuhan merupakan warga Desa Sandruta, Idanogawo, Kabupaten Nias. Deni mengatakan peristiwa ini terjadi pada Sabtu (13/6). Kejadian berawal sekitar pukul 15.00 WIB saat istri YN sedang mencabut rumput.

Operius diduga tiba-tiba datang dari arah belakang dan memperkosa istri YN. Saksi yang melihat kejadian melapor ke YN. Mendengar hal tersebut, YN mengambil parang dan sebatang kayu lalu mendatangi lokasi pemerkosaan.

"Sesampainya di kebun, pelaku pada jarak 5 meter melihat istri pelaku dan korban sedang tiduran di mana istri pelaku tanpa mengenakan baju sedangkan korban tidur telentang dalam situasi tidak mengenakan celana," ujar Deni.

"Kemudian pelaku langsung berkata kepada korban 'kenapa kamu lakukan itu ope, kelakuanmu itu seperti binatang, padahal masih tantemunya dia itu'. Sehingga korban langsung berlari ke arah rumahnya dan pelaku langsung mengikutinya," sambungnya.

Operius kemudian disebut keluar dari rumahnya membawa tombak dan parang. Dia kembali mendekati YN dan mereka terlibat duel.

"Pada saat itu korban langsung menusukkan tombak dan parang. Pada saat itu, pelaku menangkis tombak tersebut dengan sebatang kayu yang ada di tangan kiri pelaku sambil langsung menebas tombak tersebut hingga mengenai bagian jari tengah, telunjuk dan jempol tangan kiri korban sampai putus berikut juga gagang tombaknya," ujar Deni.

YN kemudian menjatuhkan kayu yang ada di tangan kiri sambil menangkap kayu gagang tombak di tangan kanan Operius. Dia mendorong Operius menggunakan kayu gagang tombak sehingga korban terjatuh terlentang ke tanah.

"Pada saat itu, pelaku langsung membacok bagian tubuh korban. Bacokan pelaku ditangkis korban dengan menggunakan kaki kanan sehingga pada bagian betis kaki kanannya terluka. Kemudian bacokan kedua ditangkis dengan menggunakan tangan kanan dan terluka.

Bacokan ketiga ditangkis dengan menggunakan kaki kiri. Bacokan keempat mengenai kaki kanan, kemudian bacokan kelima mengenai bagian tangan kanan dan bacokan keenam mengenai kaki kiri sehingga parang yang ada ditangannya tersebut langsung terjatuh," ujar Deni.

Pada hari Minggu (14/6), sekitar pukul 18.00 WIB, YN memberitahukan kejadian pembunuhan tersebut kepada perangkat desa dan menyerahkan diri ke Polsek Idanogawo. YN akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: detik.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan