HETANEWS.COM

Meski Sempat Dikritik, Usulan Pemotongan Subsidi Listrik Akhirnya Disetujui DPR

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif hadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta

Jakarta, hetanews.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII DPR RI menyetujui asumsi dasar makroekonomi sektor ESDM RAPBN 2021. Kesepakatan itu disampaikan dalam rapat kerja yang digelar di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senin (29/6). Padahal saat rapat, beberapa anggota fraksi mengkritik rencana pemotongan subsidi listrik di tengah pandemi COVID-19.

"Komisi VII DPR RI menyetujui asumsi makro ESDM dalam RAPBN 2021," ujar Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto membacakan kesimpulan.

Salah satu rencana anggaran yang disepakati yakni subsidi listrik untuk tahun depan di kisaran Rp 50,47 sampai 54,55 triliun. Kesepakatan itu sesuai dengan yang diusulkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Besaran anggaran tersebut mengalami penurunan dibanding APBN 2020 yang tercatat sebesar Rp 54,79 triliun, dengan realisasi hingga Mei 2020 baru sebesar Rp 15,64 triliun dan outlook hingga akhir tahun Rp 58,18 triliun.

Usulan tersebut tetap diloloskan meski dikritik sebagian besar anggota Komisi VII. Meski begitu, dua fraksi tetap memberikan catatan di akhir rapat.

Fraksi PKS mengusulkan subsidi listrik sama dengan outlook tahun 2020 sebesar Rp 58 triliun. Sementara Fraksi PKB mengusulkan subsidi listrik sebesar Rp 54,79-Rp 55,6 triliun.

Adapun subsidi lainnya yang juga dikurangi, yakni subsidi tetap minyak solar. Dari yang semula disubsidi sebesar Rp 1.000 per liter dalam APBN 2020, menjadi Rp 500 per liter alias berkurang 50 persen.

Berikut asumsi makroekonomi sektor energi dalam RAPBN 2021:

1. Indonesia Crude Price (ICP) sebesar USD 42-45 per barel.

2. Lifting migas sebesar 1,68 juta BOPD-1,72 juta BOPD, dengan rincian:

  • Minyak bumi 690.000-710.000 BOPD.

  • Gas 990.000-1.010.000 BOPD.

3. Coast recovery USD 7,5 miliar-USD 8,5 miliar.

4. Volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 15,79 juta-16,30 juta kiloliter, dengan rincian:

  • Minyak tanah 0,48 juta kiloliter-0,50 juta kiloliter.

  • Solar 15,31 juta kiloliter-15,80 juta kiloliter.

5. Volume LPG 3 kilogram 7,50 juta metrik ton-7,80 juta metrik ton

6. Subsidi minyak solar Rp 500 per liter

7. Subsidi listrik Rp 50,47 triliun-Rp 54,55 triliun.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!