HETANEWS.COM

Terbukti Ngamar di Rumah Warga, Pangulu Kampung Lalang Divonis Naik 9 Bulan Penjara, Warga Minta Bupati Copot Fahruzani

Terdakwa Ujen saat berjalan usai divonis ( foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Warga Kampung Lalang, Kecamatan Ujung Padang, berterima kasih kepada majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution SH MH yang juga sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun karena telah memvonis naik, terdakwa Fahruzani als Ujen (54).

Menurut hakim, oknum pangulu ini telah terbukti melanggar pasal 284 (1) huruf a KUH Pidana, seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel) atau zinah.

Sebelumnya, terdakwa Ujen, diancam 7 bulan penjara oleh jaksa Samandhohar Munthe SH MH. Hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan, sehingga mempersulit proses persidangan.

Persidangan yang digelar Jumat (26/6/2020), dihadiri ratusan warga Kampung Lalang yang menunggu di luar gedung pengadilan.

Mereka pun merasa senang dengan putusan hakim tersebut dan meminta Bupati Simalungun agar segera mencopot Kepala Nagori yang bejat moral itu.

"Kami sangat berterima kasih kepada hakim atas putusannya. Kami juga berharap Bapak Bupati segera mencopot Kepala Nagori yang tak bermoral itu,"kata Zakaria Zein selaku tokoh masyarakat Kampung Lalang.

Warga tampak gembira mendengar vonis terdakwa Ujen. (foto/ay)

Terkait vonis hakim tersebut, ketika ditanya wartawan, Humas PN Simalungun, Aries Ginting, menjelaskan, karena dalam perkara tersebut si pelaku tidak dilakukan penahanan, maka diberi kesempatan selama 7 hari untuk menentukan sikap, terima ataupun banding. Selama proses banding atau kasasi, terdakwa tidak ditahan menunggu putusan yang sudah inkrach, ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pangulu ini dipergoki warga  ngamar  dengan salah satu warganya, berinisial SW (34) yang masih berstatus istri orang, di rumah SW yang masih sekampung.

Oknum Kades ini diduga memanfaatkan warganya yang kekurangan ekonomi dan juga warga atau pasangan muda yang sering ribut dalam berumah tangga, khususnya masalah ekonomi.

Dengan kekuasaannya sebagai kepala desa, dia berlagak pahlawan, melindungi ibu rumah tangga yang bermasalah seperti "Pahlawan Kesiangan".

Seperti dalam kasus ini, Sw ditinggalkan suaminya karena ada pekerjaan di luar kota. Lalu memanfaatkan situasi ini dengan alasan memberikan uang jajan kepada anak Sw. Sehingga warga memergoki Kades ini, sedang ngamar di rumah Sw.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!