HETANEWS.COM

Bekas Pelataran Tugu Sangnaualuh Diganti Plaza Kebudayaan

Hammam Sholeh

Siantar, hetanews.com - Puing pondasi pelataran tugu Sangnaualuh yang hilang disinyalir ada kaitanya dengan rencana pembangunan plaza kebudayaan di lokasi lapangan Adam Malik, dengan proyek senilai Rp 400 Juta.

Itu terungkap saat RDP Komisi III DPRD Siantar dengan Bappeda, BPKAD, PUPR dan Satreskrim Polres Siantar, Rabu (23/6/2020) di ruang rapat gabungan komisi. 

Plt Kepala Bappeda, Hammam Sholeh mengatakan, dugaan penghilangnya sejumlah material bangunan tugu bukan berkaitan dengan Bappeda. Ia menjelaskan akan dibangun plaza kebudayaan yang tak jauh dari bekas pelataran tugu.

“Direncanakan dengan memanfaatkan aset yang ada dengan membangun terkait dengan rencana pembangunan plaza kebudayaan dianggarkan senilai Rp 400 Juta,” kata Sholeh menjawab pertanyaan dari Anggota Komisi III saat rapat dimulai. 

Anggota Komisi III  Astronout Nainggolan lantas menanyakan itu lebih lanjut. Sholeh kemudian menjelaskan pihaknya sudah mencantumkan program di itu APBD 2020 dengan nama plaza kebudayaan di Dinas PRKP.

“Dibangun di lokasi yang bersangkutan juga pak, jadi didesain sedemikian rupa juga. Secara teknis [Dinas] PRKP yang lebih tahu, didesain sedemikian rupa sehingga bisa dimanfaatkan,” jelas mantan Kabag Humas ini.

Mendengar penuturan Plt Bappeda itu, Anggota Komisi III seketika menjurus ke persoalan itu. Menurut Astronout,  Lapangan Adam Malik merupakan ruang terbuka non hijau sesuai dengan Perda No 1 Tahun 2013 tentang RTRW.

Ia menjelaskan, berdasarkan RTRW pembangunan tugu di lapangan itu juga sudah menyalahi aturan. Hal itu pun berkaitan dengan Perda No 5 Tahun 1989 tentang Lapangan Adam Malik.

“Kalau pun ada bangunan disitu saya baca Perda bangunan terbuka. Bukan bangunan seperti plaza atau tugu, ini Bappeda ini tolong yang qualified [berkualitas] orangnya di sana. Supaya jangan terjadi hal hal seperti ini di Siantar,” ketusnya 

Menanggapi persoalan itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan supaya bekerja berpedoman dengan aturan, konsisten dan tertib. .

“Ini menjadi catatan saya, supaya pembangunan apapun di Adam Malik itu dihentikan. Saya baca juga disini, itu [Lapangan Adam Malik] kalau ada bencana itu tempat kumpul di sana, jangan dikurangi luasan dengan bangunan bangunan yang tidak berguna. Nggak ada itu, gak jelas peruntukannya itu,” tegasnya.

HIMAPSI: Penghilangan Barang Bukti

Himapsi menilai raibnya sejumlah material pondasi pelataran tugu Sangnaualuh adalah upaya penghilangan barang bukti. Ketua DPP Himapsi, Friado Damanik mengatakan, jika polisi sudah menyelidiki seharusnya sisa banguan itu tidak hilang.

“Sebenarnya kalau sudah diadukan, kepolisian melakukan proses penyelidikan terhadap barang barang bukti. Yang menurut polisi itu bagian dari aset yang diadukan. Sebenarnya kepolisian dan Pemko bersama sama untuk menjaga itu,”ucapnya.

Bukti bangunan meliputi seng, pranca, tembok dan besi,mangkrak di lapangan Adam Malik sejak pembangunan pelataran tugu Sangnaualuh dihentikan Desember 2018. Namun April 2020 sisa bangunan itu mulai satu persatu raib.  

“Kita lihat saja dalam RDP tadi, bahwa barang barang itu sudah dihilangkan. Memang sengaja dihilangkan. Maka dalam aduan kita bukan hanya kasus korupsi tapi kasus penghinaan leluhur kita. Sehingga terbawa bawa Sangnaualuh itu merugikan kota Siantar akibat salah perencanaan pembangunan oleh Pemko,” kata pria disapa Rado ini.

Dugaan korupsi atas berhentinya pembangunan tugu Sangnaualuh dilaporkan oleh DPC Himapsi  ke Polres Siantar Juni 2019. Himapsi juga melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang Walikota Hefriansyah.

Pemberitahuan laporan penyelidikan polisi ke DPC Himapsi pada 11 Juni 2019 menyebutkan, masih dilakukan tahapan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan atas kasus mangkraknya tugu Sangnaualuh. Penyelidikan juga dilakukan sejak 14 Desember 2018 oleh Satreskrim Polres Siantar.

Baca juga: Puing Pelataran Tugu Raib, Satreskrim Janji Gelar Perkara

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan