HETANEWS.COM

Puing Pelataran Tugu Raib, Satreskrim Janji Gelar Perkara

Akp edi sukamto usai rapat dengan Komisi III.

Siantar, hetanews.com - Puing pondasi pelataran tugu Sangnaualuh raib sehingga diduga ada upaya penghilangan barang bukti. Satreskrim Polres Siantar berjanji menindaklanjuti kasus mangkraknya pembangunan tugu dengan gelar perkara di Polda Sumut.

Dugaan korupsi atas berhentinya pembangunan tugu Sangnaualuh dilaporkan oleh DPC Himapsi ke Polres Siantar Juni 2019. Himapsi juga melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang Walikota Hefriansyah.

Pemberitahuan laporan penyelidikan polisi ke DPC Himapsi pada 11 Juni 2019 menyebutkan, masih dilakukan tahapan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan atas kasus mangkraknya tugu Sangnaualuh. Penyelidikan juga dilakukan sejak 14 Desember 2018.

Bukti bangunan meliputi seng, pranca, tembok dan besi,mangkrak di lapangan Adam Malik sejak pembangunan pelataran tugu Sangnaualuh dihentikan Desember 2018. Namun April 2020 sisa bangunan itu satu persatu raib.  

Baca juga: Puluhan Lembar Seng Proyek Tugu Sang Naualuh Raib

Dalam RDP Komisi 3 DPRD Siantar dengan Bappeda, BPKAD, PUPR dan Satreskrim Polres Siantar, Rabu (23/6/2020) di ruang rapat komisi, bangunan senilai Rp 1,1 Miliar itu disebut bukan sengaja dibongkar tapi hilang.

“Memang tidak diawasi lagi tentang keberadaan itu. Kami mohon maaf, akhirnya hilang dan kami sudah laporkan itu,” kata Kadis PUPR, Reinward Simanjuntak.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto berjanji secepatnya akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan gelar perkara di Polda Sumut.

“Pastinya akan ditindaklanjuti apalagi saya baru menjabat di Siantar. Akan kami gelar dulu di Polda apa kira kira yang menyangkut hal ini secepatnya. Saya janji secepatnya apalagi yang manggil ini kan komisi 3. Saya komit,” kata pejabat polisi ini kepada Komisi 3.

Terkait sisa bangunan tugu yang raib, Anggota Komisi 3 Noel Lingga kembali mempertanyakan hal itu. Menurut dia raibnya sejumlah materil itu adalah penghilangan alat bukti. “Bagaimana pertanggungjawaban pihak polres mengenai barang bukti yang dicuri itu,” ucapnya.

AKP Edi Sukamto mengaku bahwa pihaknya belum dapat menyita barang bukti tersebut sebab status belum sidik tapi penyelidikan. 

“Ini statusnya belum naik sidik ini masih lidik. Kita menunggu data dari BPK berapa kerugiannya. Nanti kalau sudah akan kita gelar saya akan ke Polda secepatnya,” jelasnya.

Sekretaris Komisi 3, Daud Simanjuntak, menjelaskan bahwa ada temuan dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK TA 2018 tentang kerugian APBD Siantar senilai Rp 1,1 Miliar akibat gagalnya pembangunan tugu.  

Hilangnya sisa bangunan itu amat disayangkan. Apalagi, kata Daud, lokasinya tidak jauh dari kantor Mapolres, kantor SatPol PP dan Balai Kota Siantar. Selain itu polisi juga sudah pernah melakukan penyelidikan atas mangkraknya tugu sejak Desember 2018.

“Ada apa dibalik penghilangan aset itu. Masyarakat itu bilang penghilangan. Kami berharap agar segera ditindaklanjuti secara terukur, agar tidak timbul ketidak percayaan terhadap proses proses hukum,”jelasnya.

Baca juga: Kasat Reskrim Ungkap Hal Menohok Terkait Pengecekan Lokasi Proyek Tugu Raja Sangnaualuh Damanik

 

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan