HETANEWS.COM

Parkir Di Atas Trotoar Marak Di Siantar

Parkir di atas trotoar.

Siantar, hetanews.com - Trotoar merupakan fasilitas untuk para pejalan kaki. Di Pematangsiantar trotoar marak digunakan sebagai lapak parkir dan dikenakan biaya. Disinyalir sudah bertahun tahun pengutipan parkir di trotoar meraup keuntungan.

Maraknya parkir diatas trotoar kerap terjadi di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Pematangsiantar. Di dua jalan itu terdapat deretan toko, apotik, kedai kopi dan praktek dokter.  

Pantauan di Jalan Sutomo depan Suzuya, Senin (22/6/2020) sore, terdapat deretan sepeda motor parkir diatas trotoar depan sebuah apotek dan praktek dokter. Volume kendaraan roda dua itu memakan badan trotoar hingga pejalan kaki tak bisa lewat. 

Terpantau, dua orang pria dewasa dengan cekatan mengatur kendaraan yang keluar dari posisi parkir. Mereka menerima selembar uang kertas senilai Rp.2000 dari seorang pengendara sepeda motor. 

Ketua LSM Leppansi, Marganda Napitu, yang pernah melaporkan Dishub Pematangsiantar atas dugaan penyelewengan DBH Jukir dan titik parkir tepi jalan menuturkan, ada oknum yang mempekerjakan orang sebagai Juru parkir dan mengelola parkir di atas trotoar.

“Parkir diatas trotoar itu sudah berlangsung selama bertahun tahun. Ada oknum bekerja sama untuk melakukan pengutipan dan disetorkan ke mereka selama ini. Padahal aturannya jelas tidak boleh parkir di trotoar,” katanya kepada Hetanews.

Dilihat dari UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 275 ayat 1, pelanggaran berupa parkir kendaraan di trotoar dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Kepada Hetanews, seorang warga mengakui jika parkir di trotoar itu sudah berlangsung selama bertahun tahun, dan bahkan sudah dianggap sebagai hal yang lazim. Sementara aturan larangan parkir diatas trotoar baru kali ini diketahui olehnya.

“Biasanya kalau mau beli obat ke apotek parkirnya ya disini [trotoar] karena dekat. Lagian dimana parkir lagi coba, ke seberang sana jauh harus menyebrang lagi,” ucap Nova Nababan (32).

Menurutnya, sosialisasi undang undang tentang larangan parkir di trotoar perlu dilakukan agar warga mengerti. Selain itu pemerintah kota harus bertindak tegas dan tidak melakukan pembiaran.

“Baru tahu sekarang, selama ini parkir di trotoar dikutip uang parkir. Kalau ini dibiarkan bisa memperkaya diri oknum yang jelas sudah melanggar aturan kan,” ucap Ibu satu orang anak ini.

Baca juga: Dishub Biarkan Trotoar Dikelola Untuk Lahan Parkir

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan