Simalungun, hetanews.com - Irwansyah Sirait alias Iwan (42), penduduk Huta III Pulo Pitu Hataran, Nagori Sayurmatinggi, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, minta hukumannya diringankan oleh hakim, pasca diancam 7 bulan penjara, oleh jaksa Ade Jaya Ismanto SH.

"Saya mohon agar dihukum seringan-ringannya yang mulia, saya menyesali perbuatan saya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,"katanya, di depan persidangan PN Simalungun yang digelar secara online, Senin (22/6/2020).

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti memungut hasil perkebunan secara tidak sah dan dipersalahkan melanggar pasal 111 UU No 19 Tahun 2014 Tentang Perkebunan. Terdakwa terbukti mencuri 5 tandan buah sawit (TBS) milik PTPN IV Tinjowan Kebun Bah Jambi.               

Perbuatan itu, dilakukan terdakwa, pada Senin, 16 Maret 2020 lalu, sekitar pukul 10.30 WIB, di Blok 06 AP Afd V PTPN IV Tinjowan.

Terdakwa dengan menggunakan egrek bergagang kayu dan mengumpulkan hasil curiannya, ke perbatasan antara perkebunan dan perkampungan.                 

Ketika sedang mengangkut dengan cara dipundak hasil curiannya tersebut, terdakwa ditangkap oleh petugas keamanan PTPN IV Kebun Tijowan, yakni, saksi M Rivai dan Suyatno.

Dan bersama barang bukti 5 tandan buah kelapa sawit, terdakwa diserahkan ke Polsek Bosar Maligas.

Untuk menentukan nasib terdakwa dalam putusan hakim, persidangan ditunda hingga Senin mendatang. "Sidang ditunda hingga Senin mendatang untuk putusan,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Mince Ginting.