Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, pimpinan Roziyanti, meringankan vonis komplotan pencuri sawit, menjadi 5 bulan penjara.

Sebelumnya, ke-8 terdakwa, yakni,  Bayu alias Bayudi (54), Safari (56), Suriadi alias Adi (45), Denan (35), Samsiadi (35), M Fahmi Hidayat  (45), Sujud (26) dan Harianto alias Ari (26), warga yang sama di Huta II, Nagori Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, masing - masing diancam 8 bulan penjara oleh jaksa, Melnita Nasution.

Vonis hakim tersebut dibacakan dalam persidangan Senin (22/6/2020) lalu, yang digelar secara online, melalui vidcon, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Para terdakwa  dinyatakan terbukti secara bersama-sama mencuri 58 tandan buah kelapa sawit milik PT Perkebunan Kerasaan Indonesia.

Selain itu, semua terdakwa juga dibebankan membayar ongkos perkara Rp 5000. Para terdakwa dipersalahkan  melanggar pasal 107 huruf d UURI No 39 tahun 2014 Tentang Perkebunan jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.             

Berdasarkan fakta persidangan, perbuatan itu dilakukan para terdakwa, pada  Minggu, 9 Februari 2020 lalu, pukul 08.00 WIB, di areal perkebun kelapa sawit milik PT Kerasaan Indonesia Divisi II Blok i 01 OP 2012, dengan cara mengegrek buah kelapa sawit dan mengumpulkannya untuk dijual.

Belum sempat menikmati hasil curiannya, para terdakwa keburu ditangkap anggota security perkebunan tersebut dan bersama barang bukti 58 tandan kelapa sawit, diserahkan ke Polsek Bangun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.              

Menurut hakim, hal yang meringankan, para terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Sedangkan hal memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian pihak perkebunan.

Atas putusan hakim, para terdakwa dan juga jaksa diberi waktu 7 hari untuk pikir-pikir, menerima ataupun banding. "Persidangan dinyatakan selesai dan ditutup,"kata  Rozy, dibantu panitera, Paringatan Saragih SH.