HETANEWS.COM

Siantar Tidak Alami Perkembangan, Keturunan Raja Sangnaualuh Minta Walikota Selesaikan Tugu

Walikota Siantar Hulman Sitorus meminum air sebelum melakukan prosesi ziarah ke makam Raja Sangnaualuh yang bertempat di Pematang, pada perayaan HUT Siantar 144, Sabtu (25/4). (Foto Lazuardy Fahmi).

Siantar, hetanews.com- Akhir dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Siantar yang ke-144, Jajaran Unsur Pimpinan Daerah (Uspida) Kota Siantar melakukan Ziarah ke Makam Raja Siantar Sangnaualuh Damanik di Pematang, Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (25/04).

Awalnya Ziarah atau marangir rombongan terlebih dahulu diterima oleh keluarga besar Damanik, setelah itu dilaksanakan adat kerajaan Siantar,  yakni deemban tangan-tangan (sirih) disampaikan pihak Boru Raja Damanik kepada hasuhuton (tuan rumah, dalam hal ini marga Damanik) sebagai pertanda dimulainya acara.

Setelah demban tangan-tangan, disampaikan demban sisei, serta demban parhombaron, termasuk kepada walikota beserta rombongan. Kemudian dilanjutkan dengan acara dari pesanggrahan, keluarga besar Damanik bersama Uspida melakukan maranggir (minum dan cuci muka dengan air rendaman jeruk purut) bersama-sama.

Usai maranggir dan ziarah, seluruh undangan yang menggunakan pakaian adat Simalungun diberi rudang yang terdiri atas bunga-bunga dan sirih perlambang penambahan semangat untuk bekerja.
 
Keturunan Raja Sangnaulah Damanik Vivi Sangnuan Damanik SE didampingi ibunya Dra Halimah br Sinaga, saat usai berjiarah dalam kata sambutannya menyampaikan,  mewakili dari keturunan dari Raja Sangnawaluh menyampaikan selamat HUT 144 Siantar.

Lanjut Vivi Damanik, pengamatannya tersebut didasari dengan membandingkan kedatangannya tahun 2010, dan demikian kehadirannya saat ini untuk mengikuti acara yang sama yakni memperingati HUT Siantar, dan tidak terlihat perkembangan yang signifikan.

“Maaf, pada 2010 lalu saya hadir di Siantar dengan acara yang sama dengan sekarang. Perkembangan Siantar tidak ada yang terlihat signifikan. Hal tersebut berjalan, sesuai dengan pemamparan paripurna DPRD Siantar.

Kenapa tidak bisa dilakukan karena berbicara anggaran, keuangan kota Siantar yang banyak tersita untuk belanja pegawai, sehinnga sulit untuk melakukan pembangunan. Tapi, hal tersebut di hampir di seluruh penjuru Indonesia. Tetapi beberapa daearah lain melakukan terobosan,” jelasnya karyawan salah satu bank swasta tersebut.

Diakhir sambutannya, Vivi meminta kepada Walikota Siantar untuk segera membangun Tugu Raja Sangnawaluh, yang peletakan batu pertama sudah dilakukan pada 2012 lalu.

“Saya hanya menegaskan yang disampaikan ibu saya, berharap Pemko Siantar dapat segera merealisasikan pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh yang peletakanbatu pertama sudah dilaksanakan pada 2012 lalu,” jelasnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!