HETANEWS.COM

Data Terbaru WNI Terinfeksi Covid-19 di Arab Saudi, Lewati Angka 100

Arab Saudi , hetanews.com - Jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi terus meningkat hingga lebih dari 150 ribu. Sementara warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus tersebut di Saudi mencapai 156 orang.

Berdasarkan data dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/6/2020) malam WIB, jumlah kasus Covid-19 di Saudi menyentuh angka 157.612. Kasus aktif sebanyak 55.215, sembuh 101.130 orang dan 1.267 meninggal dunia.

Riyadh, ibu kota Arab Saudi, merupakan kota dengan kasus Covid-19 terbesar dengan 43.557 orang, disusul Jeddah dengan 22.879 orang, Mekah 21.950 orang, Madinah 12.361 orang, Damman 9.171 orang dan Hofuf 7.236 orang.

Lalu, bagaimana dengan WNI di Arab Saudi? Dari laporan dua Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh dan Jeddah tercatat 156 orang WNI terinfeksi Covid-19.

Di Riyadh ada 62 WNI dinyatakan tertular Covid-19, 24 orang harus menjalani karantina dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), 31 orang sembuh dan 7 orang meninggal.

Jumlah WNI terpapar Covid-19 di Jeddah lebih banyak dibanding Riyadh dengan 94 kasus, 59 orang menjalani karantina, 14 sembuh dan 21 meninggal.

Untuk call center Covid-19 WNI di Arab Saudi bisa menghubungi nomor 937. Sedangkan untuk permintaan bantuan KBRI Riyadh bisa menghubungi nomor hotline +966569173990 atau +966569094526, sementara permintaan bantuan KJRI Jeddah di nomor +966503609667.

Melihat fakta masih tingginya kasus Covid-19, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi masih belum memutuskan menggelar ibadah haji dalam kuota terbatas di tengah pandemi.

"Sampai sekarang bisa saya sampaikan memang belum ada keputusan dari pemerintah (Arab) Saudi terkait penyelenggaraan Haji untuk tahun ini. Pemerintah Saudi juga meminta pada jamaah Haji agar bersabar dulu sambil menunggu perkembangan Covid-19 ini," kata Konsulat Haji Indonesia di Jeddah, Eko Hartono, dalam wawancara di program Seputar iNews pada Kamis (11/6/2020) lalu.

"Jadi pemerintah Saudi sangat berhati-hati untuk menentukan pelaksanaan ibadah Haji tahun ini ada atau tidak. Yang jadi perhatian adalah penyebaran virus corona ini," ujarnya.

sumber: inews.id

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!