HETANEWS.COM

Camping sampai Offroad di Danau Toba, Aneka Potensi Wisata Petualangan Dairi

Ribuan tenda tumbuh bak jamur di pinggir Danau Toba dalam event Tao Silalahi Art Festival setahun yang lalu di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Foto: dok Rumah Karya Indonesia

Jakarta, hetanews.com - Danau Toba masuk dalam 10 destinasi prioritas dan 5 destinasi super prioritas di Indonesia. Danau vulkanik terbesar di dunia ini meliputi tujuh kabupaten di Sumatera Utara.

Salah satu kabupaten yang mendiami kawasan Danau Toba adalah Kabupaten Dairi. Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menuturkan bahwa Kabupaten Dairi menyimpan potensi wisata untuk dikembangkan menjadi wisata petualangan.

Wisata petualangan, lanjutnya, dapat digunakan untuk menambah daya tarik wisatawan agar wisatawan kembali berkunjung ke Danau Toba setelah pandemi.

"Kami punya tiga wisata unggulan yaitu Tao Silalahi, Taman Wisata Iman, dan Taman Wisata Alam Sicike-cike, semuanya itu dapat dicombine dengan pariwisata petualangan," kata Eddy dalam webinar Sumatera Utara Tourism Forum bertajuk "Adventure Tourism Promotion And Marketing Strategies Under Covid-19/New Normal", Rabu (17/6/2020).

Ia menjelaskan potensi pariwisata petualangan terdapat di Tao Silalahi. Menurutnya, wisatawan dapat melakukan kegiatan petualangan mulai dari hiking atau trekking yang bermuara di lokasi camping ground di kawasan Pulau Silalahi.

Kawasan tersebut, kata dia, juga dikenal dengan nama kawasan 1000 tenda. Selain itu, Eddy mengatakan kegiatan potensial petualangan lainnya yaitu wisata offroad.

"Terakhir kami ada kegiatan bersama Diksar offroad mengelilingi Kabupaten Dairi, dan mereka bilang belum pernah mengalami atau melihat alam yang begitu menantang dan sangat natural. Bahkan sampai di finish, ada beberapa offroader yang masih tersangkut," terangnya.

Kapal kayu wisata di Danau Toba.
Harismoyo/Shutterstock

Kemudian, Eddy juga menerangkan Kabupaten Dairi memiliki potensi untuk akomodasi glamping atau glamour camping.

Glamping merupakan suatu bentuk perkemahan modern dengan menggabungkan esensi alam dan tetap memiliki fasilitas penginapan yang memadai.  Dalam hal ini, Eddy mengaku akan menjaring pasar wisatawan mancanegara serta wisatawan berusia muda.

Selain di Tao Silalahi, ada pula Taman Wisata Iman yang cocok dikembangkan sebagai wisata petualangan. Ia mengatakan, tempat wisata yang berada di Bukit Sitinjo seluas 13 hektar ini diisi dengan hamparan hutan pinus yang hijau.

"Udara sejuk serta lingkungan yang asri dilintasi sungai yang jatuh ke air terjun Lae Pandaroh. Jadi kombinasi yang cukup komplit dari taman seluas 13 hektar itu," jelasnya.

Danau Toba.
Foto: Shutterstock

Terkait fasilitas yang ada di Taman Wisata Iman, Eddy menjelaskan taman ini memiliki fasilitas bangunan yang bernuansakan simbol dan ritual keagamaan, serta fasilitas wisata lain.

"Jadi kita berwisata sekaligus memadukannya dengan religi. Jadi ada prosesi keagamaan yang diselenggarakan di sini, seringkali masyarakat merayakan hari raya keagamaannya di tempat ini," ujarnya.

Perkembangan kasus Covid-19

Eddy mengatakan kasus Covid-19 di Kabupaten Dairi cukup menjadi angin segar bagi pariwisata Danau Toba. Pasalnya, kata dia, hingga kini terdapat satu orang positif Covid-19 yang saat ini dirawat di Medan. Sementara itu, Eddy juga mengatakan terdapat 19 orang tanpa gejala.

Melihat hasil ini, ia berharap Kabupaten Dairi dapat segera menjadi zona hijau dan mampu menyambut new normal lebih cepat untuk membuka pariwisata.

"Untuk kurva Covid-19 di Dairi, signifikan turun dan menuju 0. Maka kita siap-siap memasuki new normal," pungkasnya.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!