HETANEWS.COM

Angelina Jolie Ungkap Rasa Takut Anaknya Jadi Korban Rasisme dan Diskriminasi

Angelina Jolie bertemu Jorina, seorang anak yatim Rohingya yang berusia 18 tahun yang melarikan diri dari Myanmar ke kamp pengungsi Kutupalong di Bangladesh beberapa minggu sebelumnya. Foto: © UNHCR/Santiago Escobar-Jaramillo

Los Angeles, hetanews.com - Insiden rasisme yang terjadi pada George Floyd baru-baru ini jadi momentum isu anti rasisme mencuat di Amerika. Permasalahan tentang tindakan rasisme dan diskriminasi terhadap kelompok kulit tertentu ini juga nyatanya membuat khawatir Angelina Jolie.

Aktris Maleficent tersebut mengaku sebagai ibu dari Zahara, anak perempuan yang ia adopsi dari Ethiopia ia pribadi takut jika putri remajanya tersebut bisa menjadi korban dari tindakan rasisme dan diskriminasi.

“Ada rasisme dan diskriminasi terjadi di Amerika, suatu sistem yang melindungi saya tapi mungkin tidak melindungi putri saya, atau orang lain bahkan anak-anak lain di sini berdasarkan warna kulit. Ini adalah suatu hal yang tidak bisa ditoleransi,” ungkap Angelina, dikutip Mirror, Selasa (16/6/2020).

Dengan momen Black Live Matter yang sekarang tengah menggaung di Amerika terkait isu keadilan bagi orang-orang berkulit hitam. Angelina berharap momen tersebut bisa membawa kepada perubahan bersejarah.

“Inilah saatnya untuk membuat perubahan dalam hukum dan institusi kita. Mendengarkan mereka yang paling terdampak dan orang-orang yang suaranya tidak dianggap,” tandas Angelina.

Sumber: okezone.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!