HETANEWS.COM

Kamar Isolasi RSUD Djasamen Saragih Tidak Layak Huni dan Pasien Keluhkan Perawatan yang Tidak Jelas

RSUD Djasamen Saragih.

Siantar, hetanews.com - Kondisi ruang rawat isolasi pasien, di Rumah Sakit Djasamen Saragih Siantar, sangat memprihatinkan dan termasuk penanganan terhadap pasien.

Informasi yang dihimpun hetanews dari salah seorang warga yang mengaku orangtuanya, dirawat di RSUD Siantar itu, tepatnya Ruang Mawar menuturkan, sebelumnya orangtuanya itu hanya mengalami sakit perut dan sempat dibawa berobat, ke salah satu RS swasta di Siantar.

"Orang tua kita hanya sakit perut, sempat kita bawa berobat di RS swasta tersebut. Sampai di situ, langsung dirapid test dan malam itu juga, langsung dibawa ke RSUD Siantar untuk diisolasi. Karena mengikuti prosedur, orang tua kita langsung mau,"ujarnya, sembari mengatakan, malam Senin, minggu lalu, dia masuk.

Masih kata narasumber, selama diisolasi, dokter tidak pernah datang untuk memeriksa langsung.

Lanjutnya, orangtua itu sudah hampir seminggu dirawat dan sudah 2 kali dilakukan rapid test yang hasilnya negatif, namun dia belum juga diijinkan pulang dengan alasan yang tidak jelas.

"Saya sehat dan tidak ada lagi keluhan kepada saya. Tapi kenapa saya tidak juga diijinkan pulang,"ujar narasumber meniru ucapan pasien.

Dia bercerita, selama diisolasi, pasien dikasi makan, namun tidak dikasi minum. Lucunya lagi, kalau habis minum obat, badan pasien langsung lemas. Malah dikasi nasi, gak dikasi minum lo. Lucunya, kalo gak minum obat sehat, tapi kalo diminum malah jadi lemas. Kok gitu, aneh kali kan," ujarnya dan mengatakan, kalau tidak diantar keluarga air minum, tidak bakalan ada.

Dia menegaskan, kalau sebelumnya, ada keluarga pasien yang marah-marah karena kamarnya yang tidak layak huni. Dan lokasi kamar dekat pembuangan sampah jadi setiap pagi banyak sampah yang menumpuk.

"Kain penutup jendela pun tadi diambil aja sama orang itu ke gudang. Baru ada kain jendela, setelah ada keluarga yang marah-marah. Selama ini gak dipasang. Malam ngeri lah bang nengok keluar gelap," ujarnya.

Dan lucunya, saat ditanya pasien, kenapa tetap kalian suruh saya minum obat sebanyak ini, uda sehat nya aku? tanyanya.

"Dibilang orang itu, kata dokter masih ada indikasi penyakit," ujarnya.

Dari mana dokter tau keadaanku sementara dari hari ke 3 sampek sekarang dokter gak datang kemari meriksa aku, ujar narasumber lagi meniru ucapan pasien, sembari mengatakan, bahwa dokter yang nangani orangtuanya itu, tertulis digelang nama, dr. Basaria.Spp

Terpisah, Plt Direktur RSUD Siantar, dr Ronald Saragih saat dikonfirmasi hetanews mengatakan, tidak pernah menahan pasien yang hasil rapid test negatif. Dia juga menyarankan agar menanyakan langsung ke dokter yang menangani.

"Kalau hasil rapit testnya negatif, dan kalau tidak ada gejala, pasti sudah kita pulangkan. Namun kalau rapidnya negative, tapi ada gejala harus kita rawat. Cobalah ditanya langsung ke dokter yang menangani, apa alasannya," ujarnya sembari menegaskan tidak pernah menahan pasien yang sudah sembuh.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!