Siantar, hetanews.com - Pasar Horas Pematangsiantar yang terletak di inti kota, terpantau jorok, bau dan semrawut. Pasar tradisional yang terdiri dari 4 gedung, yaitu gedung 1 dan gedung 2, di sekitaran jalan Sutomo dan gedung 3, gedung 4 di sekitaran jalan Merdeka, setiap hari dipenuhi masyarakat atau pengunjung.

Tak peduli situasi Covid-19, masyarakat banyak  tidak menggunakan masker saat berbelanja di Pasar Horas tersebut. Parkir dan letak dagangan pedagang juga semrawut. Parahnya, sampah berserakan hingga ke jalan Merdeka Siantar.

Pantauan hetanews.com,  Sabtu (13/6/2020) siang, terlihat bak sampah yang ada di bawah tangga penyebarangan jalan Merdeka, sampah berserakan ke jalan. Kondisi ini menimbulkan rasa jijik, kotor dan bau.

Belum lagi, parkir roda 2 yang sembarangan dan semrawut. Ada yang parkir di pinggiran jalan, sehingga pejalan kaki susah berjalan dan  menimbulkan suasana kemacetan lalu lintas, mulai pagi hingga menjelang siang. Ditambah pedagang yang menggelar dagangan seenaknya, sehingga situasi ini menjadikan pasar ini semakin kumuh.

Pasar Horas Pematangsiantar yang terletak di inti kota, terpantau jorok, bau dan semrawut, Sabtu (13/6/2020). (foto/ay)

Suasana pasar yang semrawut semakin menjadi saja, karena tidak ada terlihat petugas terkait yang berupaya menjadikan kondisi ini menjadi lebih baik. Tampaknya, protokoler kesehatan Covid-19, juga semakin diabaikan. Petugas yang sudah lelah memberikan pengarahan atau memang masyarakat yang tidak peduli dengan pandemi virus corona?

Situasi pasar kian ramai dan padat, dan warga tidak lagi menjaga jarak untuk menghindari kerumunan, pasca didengungkannya ‘new normal’.

Meski Siantar masih berstatus zona merah, namun pembatasan sosial tak terlihat lagi.

Seperti diungkapkan boru Regar, seorang pedagang Pasar Horas, ketika ditanya wartawan, "sekarang pasar semakin rame, dan banyak juga yang belanja dan bahkan pedagang tidak menggunakan masker. Meski keadaan pasar jorok dan bau," ungkapnya.