HETANEWS.COM

Plt Walkot Medan soal MTQ: Terlaksana dengan Baik-Tidak Fiktif

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat melakukan pengecekan lokasi MTQ 2020

Medan, hetanews.com - Polda Sumatera Utara (Sumut) menyelidiki kasus dugaan korupsi terkait kegiatan MTQ Kota Medan tahun 2020. Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menilai acara tersebut terlaksana dengan baik.

Akhyar awalnya bicara soal kepala daerah sebagai pembuat kebijakan. Dia mengatakan setelah kebijakan untuk menggelar MTQ disetujui DPRD, maka pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh perangkat daerah.

"Setelah jadi perda ini dilaksanakanlah oleh perangkat daerah. Perangkat daerah itu kan Sekda selaku pengguna anggaran, kemudian Pak Sekda memberikan kuasa kepada kuasa pengguna anggaran dalam hal ini Kabag Agama untuk melaksanakan," ucap Akhyar, Sabtu (13/6/2020).

Akhyar mengaku heran mengapa dirinya selaku kepala daerah turut ditanya soal teknis pelaksanaan MTQ. Padahal, katanya, yang memahami teknis adalah perangkat daerah.

"Nah, yang saya heran itu kenapa kepala daerah dimintai keterangan tentang hal itu, tentang teknis pelaksanaan. Teknis pelaksana itu kan OPD, perangkat daerah. Kepala daerah kan tugasnya policy maker, pembuat kebijakan. kan itu dia. Kenapa kepala daerah? Saya bilang gitu," ucapnya.

Dia mengaku tak ada laporan soal masalah terkait pelaksanaan MTQ tahun 2020. Menurutnya, kegiatan berjalan baik dan tidak fiktif.

"Terlaksana dengan baik, tidak fiktif, jadi di mana masalahnya? Aku nggak tahu," ujar Akhyar.

Selain itu, dia juga bicara soal audit BPK yang belum berjalan. Akhyar mengatakan masalah dalam penggunaan anggaran harusnya diketahui lewat audit oleh BPK.

"Satu lagi persoalan ini kan tahun anggaran berjalan, BPK juga belum periksa, setelah tahun anggaran berakhir, diaudit BPK. BPK kan belum audit," tuturnya.

Sebelumnya, Polda Sumut menyelidiki dugaan korupsi kegiatan MTQ Kota Medan 2020 dan meminta keterangan kepada Akhyar pada Jumat (12/6). Polisi menyebut penyelidikan ini dilakukan untuk menelusuri ada tidaknya dugaan penyalahgunaan anggaran.

"Masih lidik. Nanti kalau ada penyalahgunaan anggaran, baru ditindaklanjuti," ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan mengatakan total anggaran yang digunakan untuk MTQ itu berjumlah Rp 4,7 miliar. Tatan pun memastikan polisi bertindak secara profesional dalam penyelidikan tersebut.

"Jadi memang dari Subdit 3 Tipikor Polda Sumut itu memeriksa berkaitan dengan dugaan pelaksanaan MTQ di mana anggaran pelaksanaannya itu lebih kurang Rp 4,7 miliar," ujar Tatan.

Dia mengatakan jika tak ada bukti, maka penyelidikan bakal dihentikan. Tatan juga meminta semua pihak tidak perlu khawatir jika memang tidak ada masalah.

"Masih dalam penyelidikan, apabila tidak terbukti dan tidak ada penyelewengan anggaran MTQ 2020 tersebut pasti penyelidikannya juga dihentikan. Polisi juga bertindak atas dasar hukum dan atas informasi dari masyarakat," ujarnya.

"Kalau tidak ada penyelewengan atau beliau bukan KPA dari kegiatan tersebut, ya berarti nggak perlu ada yang dikhawatirkan," sambung Tatan.

sumber: detik.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!