HETANEWS.COM

Memperkuat Dimensi Pedagogis dalam Pembelajaran Daring

Guru Sekolah Cikal berperan untuk memberikan masukan dan tanggapan melalui konferensi yang dilakukan secara individual alias satu per satu. Foto: Dok. Sekolah Cikal

Hetanews.com - Di tengah pandemi Covid-19, belajar dari rumah menjadi keniscayaan. Peran teknologi dalam pembelajaran menjadi sangat signifikan mulai dari penggunaan teknologi sederhana, sampai teknologi pembelajaran dalam bentuk LMS (Learning Management System).

Pertanyaannya, bagaimana peran aspek pedagogis dalam pembelajaran daring melalui teknologi? Dalam kegiatan belajar mengajar, ada tiga unsur yang saling berinteraksi, yakni guru, murid, dan materi.

Ketiga unsur ini akan muncul tiga hubungan saling terkait. Pertama, hubungan guru dengan murid, disebut dengan "hubungan pedagogis". Kedua, hubungan antara murid dengan materi, disebut dengan Hubungan Didaktis.

Terakhir, hubungan antara guru dengan materi, disebut dengan Antisipasi Didaktis Pedagogis (Suryadi, 2010). Hubungan Didaktis antara murid dengan materi dalam pembelajaran daring sangat dipengaruhi oleh teknologi.

Membangun hubungan dikdatis

Ketika guru menyiapkan situasi didaktis (situasi belajar), pada awal kegiatan belajar melalui teknologi, guru perlu mengantisipasi respon murid terhadap situasi belajar tersebut (Antisipasi Didaktis Pedagogis).

Sebagai respon dari situasi belajar (materi/teknologi) tersebut, murid akan melakukan aksi (Hubungan Didaktis). Dari aksi yang dilakukan murid, guru akan merespon dalam bentuk aksi berikutnya, sehingga menciptakan situasi belajar yang baru, dan begitu seterusnya hingga terjadi proses belajar yang dinamis.

Agar respon murid tidak keluar dari tujuan pembelajaran, guru akan melakukan tindakan pedagogis untuk membimbing murid (Hubungan Pedagogis). Tentu saja, dalam masa belajar di rumah, semua kegiatan tadi akan berlangsung melalui sarana teknologi.

Untuk menggambarkan situasi di atas, simaklah ilustrasi berikut. Guru menyiapkan suatu program komputer/aplikasi untuk pembelajaran penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif.

Pada awal aktivitas pembelajaran, aplikasi tersebut menampilkan video penjumlahan 2 + (-2) = 0. Video tersebut mengilustrasikan dua buah persegi biru (yang mewakili 2) dan dua buah persegi merah (yang mewakili -2).

Ketentuannya adalah setiap 1 pesegi biru yang bertemu (dalam arti ditambah) dengan 1 persegi merah maka hasilnya imbang/impas (dalam arti sama dengan nol). Selama murid menyimak video tersebut, Hubungan Didaktis antara murid dengan materi terjadi.

Setelah aplikasi menayangkan aktivitas pembelajaran tersebut, murid dapat menekan tombol lanjutkan lalu muncul soal -2 + 3 =… .

Untuk mengerjakan soal ini, murid dapat mengambil persegi biru dan merah sesuai dengan kebutuhannya. Mungkin ada murid cerdas yang dengan cepat mengambil 2 persegi merah dan 3 persegi biru, dan memperoleh jawabannya 1.

Pembelajaran optimal siswa

Akan tetapi, ada yang perlu diantisipasi oleh guru (Antisipasi Didaktis Pedagogis), mungkin beberapa murid membutuhkan penjelasan atau contoh tambahan. Dalam konteks pembelajaran daring, guru dapat menambahkan satu fitur lagi pada aplikasi, misalnya fitur penjelasan.

Dalam fitur penjelasan ini, guru dapat membuat video berisi jawaban yang benar disertai dengan ilustrasi dan penjelasannya. Hubungan Pedagogis antara guru dan murid terjadi dalam fase ini, walau secara virtual.

Dengan adanya fitur penjelasan pada aplikasi tersebut, secara tidak langsung spirit merdeka belajar juga terjaga. Murid dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing.

Ada murid yang dapat langsung melanjutkan pembelajaran dengan menekan tombol lanjutkan, ada pula murid yang perlu menyimak fitur penjelasan.

Alokasi waktu saat penyusunan skenario aplikasi pembelajaran ini harus benar-benar diperhatikan oleh guru, agar semua murid dapat menyelesaikan program pembelajaran ini secara optimal.

Salah satu hal yang penting dalam pengembangan aplikasi pendidikan adalah bagaimana aplikasi ini secara kontinu terus membuat murid terlibat (Hirsh-Pasek dkk., 2015).

Pelibatan murid dalam pembelajaran dengan aplikasi tentu saja menuntut kemampuan guru dalam memaksimalkan Hubungan Pedagogis (guru-murid) dan Antisipasi Didaktis Pedagogis (guru-materi/teknologi).

Hubungan Pedagogis antara guru-murid, dapat diperkuat dalam aplikasi, misalnya melalui fitur umpan balik (feedback). Contohnya, pada bagian akhir dari topik penjumlahan bilangan bulat, murid diberikan kuis masalah kontekstual tentang penjumlahan bilangan bulat.

Pada fitur feedback untuk kuis tersebut, guru dapat memberikan respon untuk jawaban murid, sekaligus memberikan motivasi kepada murid untuk terus semangat belajar. Hal ini dapat dilakukan dengan merekam video penjelasan atau melalui tatap muka virtual secara langsung.

Di sinilah Hubungan Pedagogis guru-murid tercipta. Sekaligus aplikasi ini secara kontinu terus membuat murid terlibat melalui pemberian feedback dan motivasi, sebagaimana saran dari Hirsh-Pasek dkk. (2015).

Penguatan pedagogis belajar daring

Antisipasi Didaktis Pedagogis (hubungan antara guru-materi/teknologi) pada aplikasi pendidikan, dapat dilakukan dengan menambahkan fitur yang memuat hal-hal yang disukai dan menarik minat murid.

Sehingga muncul ketertarikan dan motivasi belajar dari dalam diri murid. Faktor motivasi intrinsik ini dapat menjaga keterlibatan murid dalam belajar dengan menggunakan aplikasi (Hirsh-Pasek dkk., 2015). Sebagai contoh, fitur game yang sesuai dengan konteks pembelajaran bisa ditambahkan.

Misalnya, dalam konteks pembelajaran penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif, dapat dibuat game yang memuat tokoh kartun yang lucu dan familier di kalangan murid.

Tokoh kartun ini akan berjalan di garis bilangan kearah kanan jika bilangan yang ditambahkan positif, dan berjalan kearah kiri jika bilangan yang ditambahkan negatif.

Misalnya untuk soal 2 + (-2), maka tokoh kartun akan berjalan 2 langkah ke kanan dari titik 0 pada garis bilangan, kemudian dia akan berjalan 2 langkah ke kiri, dan tiba kembali di titik 0. Sehingga, jawaban dari soal 2 + (-2) adalah 0.

Akhirnya, dengan memaksimalkan faktor Hubungan Pedagogis dan Antisipasi Didaktis Pedagogis, harapannya guru dapat menguatkan aspek pedagogis dalam pembelajaran daring, baik melalui aplikasi pendidikan maupun sarana teknologi lainnya.

Dengan menguatnya aspek pedagogis dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini, harapannya guru dapat tetap mendidik, bukan hanya mengajar.

Sumber: kompas.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!