Simalungun, hetanews.com - Ranto Situmorang (45)  als Harimau, supir bus Karya Agung, akhirnya divonis 4 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Vonis hakim, pimpinan Roziyanti yang dibacakan dalam persidangan, Rabu (10/6/2020) siang, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, secara online melalui vidcon tersebut, konform (sama) dengan tuntutan jaksa, H Ronald MP SH.

Harimau terbukti akibat kelalaiannya mengemudikan bus, mengakibatkan korban meninggal dan juga korban luka karena kecelakaan yang terjadi, pada Sabtu, 8 Desember 2019 lalu, di jalan Umum Siantar- Perdagangan Km 41.

Korban pengendara sepeda motor Honda Blade BK 5720 TAK, Sri Andayani berboncengan dengan temannya, Dinda Avisa dan Dilla, terseret dan masuk ke kolong mobil yang dikendarai terdakwa. Sri Andayani, akhirnya meninggal sesuai Visum Et Revertum, sedangkan korban lainnya luka parah.

Sri Andayani meninggal akibat sejumlah luka robek dan dikeluarkan dari kolong mobil PT Karya Agung BM 7717 RA yang dikemudikan terdakwa Ranto.

Mobil penumpang yang dikendarai terdakwa, berangkat dari Siantar menuju Pekanbaru dengan kecepatan 60-79 km/jam.

Kondisi jalan lurus dan padat karena ada pengaspalan jalan, korban yang mengendarai motor ditabrak dalam posisi berhenti, di kiri jalan.

Terdakwa yang berjalan serah dengan korban tidak dapat menghentikan mobilnya akibat rem blong, lalu banting stir ke kiri dan menabrak korban yang sudah berhenti.

Sehingga korban terseret hingga mobil penumpang tersebut berhenti. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 310 ayat 4, 3 dan 2 UU RI No 22/2009 tentang lalu lintas angkutan jalan.

Atas vonis tersebut, terdakwa dan juga jaksa diberikan kesempatan selama 7 hari untuk pikir-pikir, menerima ataupun banding atas putusan tersebut.