HETANEWS.COM

Warga Gang Demak Dikucilkan Karena Stigma Covid 19

Gang Demak, Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.

Siantar, hetanews.com - Puluhan Warga Gang Demak terkena stigma dari masyarakat pasca GTPP Covid 19 menyatakan wilayah Gang Demak, Kelurahan Martoba, Siantar Utara terpapar Covid 19,  pada Senin 4 Mei 2020.

Di Gang Demak, mayoritas mata pencarian warga adalah berdagang keliling. Ada pedagang pecal, pedagang tau dan pedagang mie sayur, yang sehari hari bergantung dari hasil penjualan jajanan tradisional itu. 

Salah seorang pedagang keliling, Sutiem, mengeluh dagangannya tidak laku pasca GTPP [Gugus Tugas Percepatan Penanganan] Covid 19 dan Dinas Kesehatan melakukan rapid test dan penyemprotan disinfektan di Gang Demak, bulan lalu.

Sejak itu, stigma masyarakat melebar hingga pelanggan enggan membeli dagangan mereka. Lama kelamaan jualan sehari hari mereka tak laku. Pendapatan ekonomi warga pun berkurang dan lingkungan mereka semakin dikucilkan. 

"Aku nonton di televisi, pasien sembuh di Simalungun diantar pulang sama Bupatinya. Mereka dipedulikan sekali. Aku nangis lihat itu, kenapa di Siantar ini, kami yang dibilang Covid 19 gak digitukan malah kami makin dikucilkan," ujar Sutiem, dalam program Hetanews 'Obrolan Si Ebong' via live Instagram Minggu (7/6/2020) pukul 16.00 WIB.

Selain Sutiem, Lina, Ibu Pedagang Tahu Keliling mengungkapkan dirinya pernah dijauhi para calon pembeli. Ia dituduh pembawa virus dan dikucilkan layaknya tak manusia.

"Pernah sekali aku jualan, aku disiram pakai air, 'sana sana' katanya gitu. 'Kami gak beli lagi. Kami beli dari Pajak' kata orang orang samaku. Ada lagi pintunya rumahnya sampai ditutup. Ngeri kali, dikucilkan kali kami yang disini," katanya lirih.

Seorang Nenek asal Gang Demak, yang sudah berdagang keliling puluhan tahun ini jug bernasib sama. Nenek berumur hampir 90 tahun ini mengeluh jualannya tak ada pembeli, karena stigma penular. "Dari dulu gak pernah kek gini, sekarang jualan gak ada yang beli," ungkapnya.

Roda ekonomi para pedagang kecil ini seketika lumpuh karena stigma Covid 19. Terkadang mereka tak punya modal lagi untuk berjulan. Bahkan, untuk makan dirumah sehari hari pun terkadang sulit.

Para pedagang asal Gang Demak menuntut pemerintah untuk pemulihan nama baik mereka. Namun Walikota Hefriansyah yang juga Ketua GTPP Covid 19, belum menggubris. Sementara menurut warga, rumah tinggal walikota tak jauh dari Gang Demak.

"Yang jualan dari Gang Demak ini ada kawan kawan SD-nya Walikota. Satu sekolah. Tapi walikota gak pernah datang ke," ujar Seorang Pedagang, dalam acara 'Obrolan Si Ebong'. 

Tonton Video Selengkapnya ... 

Penulis: huget. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan