HETANEWS.COM

Gugus Tugas Covid -19 Siantar Keterlaluan, Pedagang Pecal Keliling yang Sembuh dari Corona Dibiarkan Pulang Naik Paradep

Sutiyem, pedagang pecal keliling berharap agar Pemko memulihkan nama baiknya yang telah sembuh dari Covid – 19 dan lingkungan tempat tinggalnya. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Pemko Siantar, benar – benar tak bertanggung jawab.

Pasca ibu pedagang pecal keliling, dinyatakan sembuh dari Covid-19, tak ada perhatian dari Gugus Tugas maupun Pemko Siantar.

Parahnya, standard pasien Covid-19 juga tidak diperlakukan sesuai protokoler. Hal itu dikeluhkan Sutiyem, pedagang pecal keliling yang sembuh dari Covid – 19.

“Sejak saya dinyatakan positif Covid-19 dan dinyatakan sembuh, saya tidak diperlakukan, sebagaimana pasien layaknya. Saya menderita demam tinggi dari RS Tiara, langsung dirujuk ke Medan, tanpa persiapan. Dan sampai di sana, hanya dimasukkan ke ruang isolasi dan tak pernah dikunjungi dokter yang ada hanya tenaga medis atau perawat,"ungkap Sutiyem, kepada hetanews.com, Minggu (7/6/2020).

Dan ironisnya, setelah sembuh atau dinyatakan negatif corona, Sutiyem disuruh pulang naik bus penumpang, Paradep Taxi.

"Saya pulang ke Siantar naik Paradep, saya minta ongkos pulang dari orang rumah sakit, karena saya tidak punya uang sama sekali dan dikasih Rp100 ribu,"katanya sambil menangis.

Baca juga: Hefriansyah ‘Tutup Mata’ Terhadap Pedagang Pecal Keliling yang Sempat Dinyatakan Positif Covid – 19, Ini Curhatnya!!!

Seyogianya, pasien yang dinyatakan sembuh harus dijemput oleh tenaga medis kesehatan Pemko Siantar, bukan disuruh naik mobil penumpang.

"Di Paradep saya ditanya sama supirnya, ibu di Siantar dimana? Lalu ku jawab “di jalan Singosari”. Oh ibu alamatnya dengan pedagang pecal keliling yang kena corona itu? Kata supir lagi bertanya, “kata Sutiyem meniru ucapan supir Paradep waktu itu.

Saya pun kaget, dan terpaksa berbohong waktu itu. Kalau saya jujur, ku rasa jadi heboh dan tidak boleh naik Paradep, ungkapnya.

Sejak saat itu, perekonomiannya pun semakin sulit. Karena pemerintah tidak pernah mengumumkan kepada masyarakat luas atau media, jika dirinya sudah sembuh. Sehingga dia tidak bisa berjualan lagi.

Masyarakat Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara ini, berharap Pemko Siantar segera mengumumkan status lokasi tersebut dari zona merah menjadi zona hijau.

Karena tidak ada lagi Covid-19 di lokasi tersebut. Hal senada disampaikan ketua RT, Abdul Wahid yang sempat dinyatakan reaktif sata rapid test. "Kami mohon Pemko memulihkan status lingkungan kami, agar kamu dapat berkatifitas seperti sedia kala,"katanya.

Di Gang Demak sebahagian masyarakat berpenghasilan sebagai pedagang keliling.

Menurut Sutiyem, pasca dinyatakan negatif corona, dia sempat berjualan dengan meminjam modal Rp200 ribu dari tetangganya dan kini belum dibayar. Karena jualannya tidak laku, bahkan anaknya mengalami dampak yang sama dan tidak bisa lagi memberikan susu, buat bayinya yang baru berusia 7 bulan.

"Jika saya lewat, masyarakat masuk dan menyuruh anaknya menjauhi saya. Jadi jualan saya tidak laku dan terpaksa dibuang,"ungkap Sutiyem.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!