HETANEWS.COM

Bukan pandemi virus corona yang membunuh George Floyd

Para pengunjuk rasa di Washington berkumpul di Memorial Martin Luther King Jr. pada 4 Juni 2020. Foto: Drew Angerer/Getty Images

Hetanews.com - Kuasa hukum George Floyd mengatakan dalam kebaktian di Minneapolis bahwa "pandemi rasisme dan diskriminasi" menyebabkan kematian kliennya, bukan virus corona  wabah yang menelan korban meninggal lebih dari 108.000 orang sampai Jumat (05/06/2020).

Ratusan orang yang hadir dalam kebaktian pada Kamis (04/06/2020) waktu setempat atau Jumat (05/06/2020) dini hari WIB mengheningkan cipta selama delapan menit dan 46 detik, durasi Floyd ditangkap dan ditekan lehernya oleh polisi Minneapolis.

Kematian Floyd - yang terekam di video - menyebabkan kemarahan dan memicu gelombang protes di banyak kota di berbagai penjuru Amerika Serikat.

Dari kiri: Derek Chauvin, Tou Thao, J. Alexander Kueng, Thomas Lane.
Foto: MINNEAPOLIS POLICE

Sementara itu tak jauh dari tempat kebaktian, tiga polisi dikenai dakwaan membantu dan bersekongkol dalam menyebabkan meninggalnya Floyd. Seorang polisi lain, Derek Chauvin, polisi yang menekan leher Floyd dengan lututnya, telah dikenai dakwaan pembunuhan dan akan hadir di pengadilan pada Senin (08/06).

Pengacara Floyd, Benjamin Crump, mengatakan "bukan pandemi virus corona yang membunuh George Floyd."

"Namun pandemi lain, pandemi rasisme dan diskriminasi," cetusnya.

Siapakah George Floyd?

Keponakan George Floyd Brandon memeluk sepupu Floyd Shareeduh Tate di kebaktian.
Foto: Getty Images

Sebelum gambar George Floyd yang ditekan lehernya oleh polisi beredar luas dan menyebabkan kemarahan di berbagai penjuru Amerika Serikat, kehidupannya naik turun. Saat remaja di Houston, ia sempat bermain untuk sepak bola Amerika dan ikut dalam kejuaraan negara bagian pada 1992.

Saat itu, dia turut menyumbangkan gelar juara bagisekolah menengahnya, Yates High School Lions. Ada juga sisi kelamnya, yaitu pada saat ia ditahan karena perampokan pada 2007 dan dipenjara selama lima tahun.

Namun sebagian besar hidupnya, Floyd  seperti orang lain di Amerika mencoba untuk mendapatkan hidup yang lebih baik baik dari sisi pribadi ataupun dalam komunitasnya.

Kematiannya di tengah krisis kesehatan dengan korban meninggal lebih dari 100.000 orang dan kehancuran ekonomi Amerika dengan lebih dari 40 juta orang menganggur, menjadi pemicu unjuk rasa yang menyebar di berbagai penjuru AS.

Lini masa protes di AS

25 Mei 2020 George Floyd meninggal saat polisi menahannya

Bentuk penghargaan untuk George Floyd.
Foto: Getty Images

George Floyd meninggal setelah ditahan oleh polisi di luar satu toko di Minneapolis, Minnesota. Gambar video menunjukkan polisi kulit putih, Derek Chauvin, menekan lututnya ke leher Floyd selama beberapa menit.

Floyd terdengar berulang kali mengatakan "Saya tak bisa bernapas". Ia dinyatakan meninggal kemudian di rumah sakit.

26 Mei 2020 Protes dimulai

Demonstran di Minneapolis.
Foto: AFP

Empat polisi yang terlibat dalam penahanan George Floyd juga dipecat. Protes mulai ketika video penahanan Floyd banyak disebarkan di media sosial. Ratusan demonstran turun ke jalan-jalan di Minneapolis dan merusak mobil polisi dan kantor polisi dengan grafiti.

27 Mei 2020 Protes menyebar

Demonstran berbaring di jalan di Portland, Oregon.
Foto: Reuters

Protes menyebar ke kota-kota lain termasuk Memphis dan Los Angeles. Di sejumlah tempat seperti Portland, Oregon, pengunjuk rasa berbaring di jalan dan meneriakkan "Saya tak bisa napas."

Demonstran kembali berkumpul di kantor polisi di Minneapolis kantor polisi-polisi yang menahan George Floyd dan membakarnya. Gedung itu dikosongkan dan polisi-polisi menyelamatkan diri.

28 Mei 2020 Cuitan Trump

Wartawan CNN ditahan saat protes berlangsung.
Foto: Reuters

Presiden Trump dalam cuitannya menyebut kekerasan terjadi karena tidak adanya kepemimpinan di Minneapolis dan mengancam akan mengirim National Guard atau pasukan Garda Nasional.

Dalam cuitan kedua ia memperingatkan "saat penjarahan mulai, penembakan mulai." Cuitan kedua disembunyikan oleh Twitter karena "mengagungkan kekerasan."

29 Mei 2020 Wartawan CNN ditahan

Wartawan CNN ditahan saat meliput protes.
Foto: Reuters

Seorang reporter CNN, Omar Jimenez, ditahan saat meliput protes di Minneapolis. Jimenez tengah melaporkan langsung saat polisi mengikat tangannya.

Beberapa menit kemudian beberapa rekan wartawannya juga ditahan. Mereka semua dibebaskan begitu mereka dipastikan adalah anggota pers.

Derek Chauvin dikenakan dakwaan pembunuhan

Mantan polisi Minneapolis Derek Chauvin setelah didakwa atas kematian George Floyd.
Foto: Getty Images

Mantan polisi Minneapolis Derek Chauvin, 44, didakwa pembunuhan dan juga pembunuhan tak sengaja. Hukuman maksimal dakwaan itu adalah 35 tahun penjara.

31 Mei 2020 Protes malam keenam

Demonstran membakar sampah di New York.
Foto: Reuters

Kekerasan meluas di seluruh AS pada malam keenam demonstrasi. Paling tidak lima orang dilaporkan meninggal dalam protes dari Indianapolis sampai Chicago.

Unjuk rasa terjadi di lebih dari 75 kota. Paling tidak 4.400 orang ditahan. Jam malam diterapkan di seluruh AS untuk meredam demonstrasi.

1 Juni 2020 Trump mengancam akan mengerahkan tentara

Trump berpose dengan Kitab Injil di luar gereja yang rusak.
Foto: EPA

Presiden Trump mengancam akan mengirim tentara untuk menangani kerusuhan di AS terkait meninggalnya seorang pria kulit hitam di tangan polisi.

Trump mengatakan bila kota-kota dan negara bagian gagal mengendalikan protes dan "melindungi warga mereka", maka ia akan mengerahkan tentara dan "segera menyelesaikan masalah".

Trump berpose di depan gereja yang rusak tak lama setelah polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa tak jauh dari tempat itu.

2 Juni 2020 Protes malam kedelapan

Keluarga George Floyd bergabung dengan demonstran di Houston.
Foto: Getty Images

Puluhan ribu demosntran turun ke jalan-jalan. Salah satu protes terbesar terjadi di kota asal George Floyd, Houston, Texas. Banyak orang yang melanggar aturan jam malam di beberapa kota namun sebagian besar demonstrasi sebagian besar damai.

4 Juni 2020 Kebaktian untuk George Floyd

Warga berkumpul untuk doa bagi George Floyd.
Foto: Getty Images

Kebaktian untuk George Floyd diselenggarakan di Minneapolis. Mereka yang ikut mengheningkan cipta selama delapan menit, 46 detik, waktu ketika Floyd ditekan wajahnya saat ditahan. Ratusan orang ikut dalam kebaktian dengan eulogi dari pegiat hak asasi manusia pendeta Al Sharpton.

Sumber: bbc.com

Editor: tom.