HETANEWS.COM

Analisis UFC 250: Tarung Atas, Nunes vs Spencer Habis Ronde 1

Amanda Nunes punya pukulan mematikan.

AS, hetanews.com - Ketika Amanda Nunes vs Felicia Spencer bertemu pada perebutan gelar kelas bulu putri di UFC 250, Minggu (7/6) pagi WIB, ada dua skenario yang bisa terjadi.

readyviewed Nunes, sebagai juara bertahan kelas bantam dan bulu UFC, pantas difavoritkan menjadi pemenang di UFC 250. Selain lebih memiliki banyak pengalaman, Nunes sudah melalui sepuluh pertarungan UFC dengan kemenangan.

Sepuluh kemenangan beruntun yang diraih Nunes bukan menghadapi lawan sembarangan. Petarung 32 tahun itu mengalahkan empat petarung berstatus juara dunia: Miesha Tate, Ronda Rousey, Cris Cyborg dan Holly Holm. Jika itu kurang mengesankan, Nunes mengalahkan keempat juara dunia itu lewat kemenangan KO/TKO di ronde pertama.

Dari 19 kemenangan di ajang mixed martial arts (MMA), Nunes meraih 13 kemenangan lewat KO/TKO. Itu artinya petarung berjuluk The Lionees itu lebih menggemari pertarungan atas. Pukulan dan tendangan Nunes terkenal sangat mematikan.

Situs mencatat Nunes memiliki akurasi pukulan 49,7 persen dan berada di peringkat empat terhebat dalam sejarah kelas bantam UFC. Nunes juga menempati posisi pertama petarung dengan catatan striking differential dengan +1,93.

Striking differential adalah jumlah pukulan masuk per menit dikurangi jumlah pukulan masuk yang diserap per menit. Artinya Nunes memiliki pukulan masuk lebih baik hampir 50 persen daripada lawan.

Sementara itu Spencer memiliki 4,54 pukulan signifikan per menit, 55 persen akurasi pukulan signifikan, dan 1,36 takedown per 15 menit. Catatan itu membuat Feenom lebih kepada petarung all-around.

Catatan itu juga tergambar dari rekor pertarungan Spencer selama ini. Tidak ada kemenangan dominan yang diraih Spencer, yakni dua kemenangan KO/TKO, empat submission dan dua lewat angka. Spencer baru satu kali kalah, yakni dari Cris Cyborg, lewat kekalahan angka mutlak.

  • Peluang Terbaik Spencer
Statistik kedua petarung di atas membuat peluang terbaik Spencer untuk mengalahkan Nunes adalah lewat pertarungan bawah. Nunes unggul di segala lini jika Spencer memaksakan standing fight.

Jika Spencer tidak mampu memaksa Nunes melakukan pertarungan bawah sejak awal pertarungan, maka UFC 250 kemungkinan besar hanya akan berjalan satu ronde. Kita sudah lihat Nunes mengalahkan Cyborg, Holm, dan Rousey lewat tukar pukulan di ronde pertama. Ketiga juara dunia itu langsung KO di ronde pertama.

Ini merupakan skenario pertama jalannya pertarungan UFC 250. Nunes akan menang KO/TKO di ronde pertama atas Spencer jika standing fight terjadi. Sementara skenario kedua ada dalam pernyataan Spencer di bawah ini.

"Saya mengantisipasi pertarungan bawah di suatu titik, tapi saya tidak akan terburu-buru. Nunes petarung bagus. Bukan rencana saya langsung keluar dan melakukan grapple," ujar Spencer dikutip dari situs UFC.

Pernyataan tersebut bisa diartikan Spencer berencana membuat Nunes lelah sebelum melakukan ground fighting untuk meraih kemenangan. Itu adalah skenario kedua yang bisa terjadi.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah: apakah Spencer mampu bertahan lama melawan Nunes di pertarungan atas sebelum melakukan takedown? Hal itu sulit terjadi mengingat performa Nunes belakangan ini di octagon.

Terlebih Nunes punya pertahanan bagus. Nunes tercatat memiliki 77,3 persen pertahanan takedown di UFC. Selain itu Nunes juga cukup impresif dalam melakukan kuncian, seperti yang dilakukan saat merebut gelar juara kelas bantam dari tangan Tate.

Nunes merupakan petarung yang mudah beradaptasi dalam pertarungan. Pukulan dan tendangan Nunes sulit dibendung lawan, sementara kemampuan pertarungan bawah Nunes juga cukup impresif meski jarang melakukannya. Perlu diingat disiplin Nunes adalah Brazilian Jiu-Jitsu. Kondisi itu membuat Nunes layak difavoritkan menjadi pemenang, terutama di ronde pertama.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!