Binjai, hetanews.com - Pekerjaan proyek jalan dan jembatan, di Jalan Ahmad Yani yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) Kota Binjai tahun 2020  dan bersifat swakelola, terkesan asal jadi, Kamis (4/6/2020).

Pasalnya, proyek jalan dan jembatan Simpang Tikun  itu, sudah rusak, padahal baru sekitar 4 bulan selesai  dikerjakan.

Bahkan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Kerusakan terjadi diantara sisi sambungan, antara jembatan dan badan jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Dinas PUPR Kota Binjai harus bertanggung jawab dengan pekerjaan ini, bukan malah mengabaikan laporan masyarakat, terkait kerusakan proyek yang berada di Jalan Ahmad Yani atau sering disebut jembatan Simpang Tikun Binjai.

Warga setempat, berinisial Tn yang melihat langsung pekerjaan proyek tersebut menuturkan, pekerjaan itu terkesan tidak memenuhi syarat teknis.

Pasalnya, jalan tersebut baru selesai pengerjaannya, sekitar lebih kurang 4 bulan yang lalu, tapi sudah terjadi kerusakan.

Akibat kerusakan tersebut, pengguna jalan harus lebih berhati - hati, karena lubangnya semakin lebar dan dalam, kata Tn.

Kami meminta Pemerintah Kota Binjai, melalui Dinas PUPR Kota Binjai, agar segera memperbaiki jalan dan jembatan tersebut, tegasnya.

Sementara itu, pihak terkait saat dikonfirmasi melalui telepon tidak diangkat dan tidak membalas pesan singkat dari awak media.

Pihak dari pelaksana pekerjaan ( Kontraktor ) saat dikonfirmasi oleh awak media ini, pada hari Sabtu (30/5/2020)  lalu mengatakan "akan disurvei ulang pada hari Senin (1/6)”.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat aktivitas perbaikan jalan dan jembatan itu.

Disisi lain, Wakil Ketua DPRD  Kota Binjai, Ir.M.Syarif Sitepu, saat dikonfirmasi oleh awak media ini, Selasa (2/6/2020), di kediamannya mengatakan "Belum maksimalnya kinerja Dinas PUPR Kota Binjai. Pasalnya, jalan dan jembatan yang berada di jalan Jenderal Ahmad Yani itu, baru selesai masa pengerjaanya sekitar 4 bulan yang lalu, nakun sudah rusak kembali. Sejauh ini kita lihat, Dinas PUPR Kota Binjai, kinerjanya belum maksimal,"ujarnya.

Dinas PUPR diminta untuk lebih memaksimalkan kinerjanya, harap Syarif.