HETANEWS.COM

Hefriansyah ‘Tutup Mata’ Terhadap Pedagang Pecal Keliling yang Sempat Dinyatakan Positif Covid – 19, Ini Curhatnya!!!

Sutiem, memakai hijab berwarna merah dan masker saat menceritakan kesedihannya kepada wartawan. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Setelah dinyatakan sembuh dari Covid - 19, Sutiem, wanita paruh baya, pedagang pecal keliling, warga Jalan Singosari, Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara ini, mengaku tidak lagi berjualan.

Pasalnya, tidak adalagi langganan yang ingin membeli dagangannya, meski ia telah dinyatakan sembuh dari virus mematikan itu.

Hal Ini diketahui dari unggahan video yang terlihat di media sosial Facebook (FB) yang dibagikan oleh Abdul Wahid.

Dalam video yang berdurasi 6 menit 40 detik itu, wanita dengan menggunakan hijab berwarna merah itu, bercerita, bahwa tidak lama, setelah ia kembali ke rumahnya, dirinya berniat untuk berjualan dagangan pecal kembali. Kemudian ia dipinjamkan uang buat modal sebesar Rp 200 ribu oleh tetangganya.

"Jadi setelah saya dipinjami modal, keesokan harinya saya berjualan. Tapi hanya membawa uang sebesar Rp 40 ribu. Bahkan saya juga sudah keliling ditempat langganan di Jalan BDB. Padahal, saya berjualan disitu sudah lama dari tahun 1993,"ucap Sutiem melalui video yang diunggah di FB, tertanggal 3 Juni 2020.

Karena dagangannya tidak laku, kemudian Sutiem kembali mengolah dagangannya untuk dijual kembali, pada sore harinya. Namun Sutiem hanya mendapatkan uang sebesar Rp 25 ribu.

"Makanya saya tidak berjualan lagi sekarang, disitulah suami saya bilang ke saya kalau dia akan bekerja mencari butut untuk mendapatkan uang," keluhnya.

Sutiem juga menyesalkan sikap Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19  Pemko Pematangsiantar, Hefriansyah.

Masalahnya, sejak dirinya sembuh, tidak ada kabar atau berita terkait dirinya yang telah sembuh. Melainkan hanya pada saat dirinya positif langsung cepat dikabarkan, ujarnya kesal.

"Sudah 14 hari setelah saya pulang tidak ada sama sekali  yang menolong. Jadi saya minta tolong kepada Wali Kota Hefriansyah, janganlah hanya diam, kami di tolonglah. Kampung kami bukannya jauh, bertetangganya kampung kami sama dia, tapi dia tidak ada menolong kami," ungkap Sutiem sembari menangis.

Jadi saya mengharapkan sekali kepada Pak Wali yang juga Ketua Tim Gugus, agar menolongnya dan janganlah mereka dibiar-biarkan.

Saya sudah cape rasanya dan sudah cukup penderitaan kami, bahkan sekarang penyakit gula saya kambuh, tapi hinggga sekarang, Wali Kota tidak perduli dengan kami, ungkapnya dengan nada sedih.

Penulis: res. Editor: gun.
Komentar 2

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!