HETANEWS.COM

Jaksa Tuntut Komplotan Pengedar Sabu Bervariasi di PN Simalungun

Komplotan pengedar sabu disidangkan terpisah. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Komplotan pengedar sabu, Rico Ardian alias Mancek (26), Suheri Purba alias Heri  (26), dinyatakan terbukti sebagai  pengedar sabu dan masing-masing dituntut 8 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Keduanya dinyatakan bersalah, melanggar pasal 114 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 oleh jaksa Juna Karokaro, di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang digelar secara online, pada Kamis (4/6/2020).         

Sedangkan Yudi Surya  (25), dituntut 6 tahun penjara, Arianto Batubara alias Partong (28), dituntut 7 tahun penjara, denda Rp 800 juta, subsider 6 bulan penjara karena diyakini sebagai kurir (perantara) dalam jual beli  sabu.

Terdakwa lainnya, Angga Satria (26), dituntut 5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara karena terbukti sebagai pembeli sabu.             

Para terdakwa  penduduk yang sama, di Huta III Nagori Purba Ganda, Kecamatan Pematang Bandar, masing-masing disidangkan dalam berkas terpisah.             

Menurut tim  jaksa,  Juna Karokaro SH, Barry Sugiarto dan Dedy Sihombing, para terdakwa ditangkap anggota Polres Simalungun, saksi Arlason Sibarani dan Aswin Manurung, pada 2 Desember 2019, di tempat terpisah, namun masih di sekitar Kampung Buntu, Nagori Purba Ganda, Simalungun.              

Awalnya, polisi menangkap terdakwa Rico di dalam rumahnya dan menyita 5 gram sabu yang dibagi dalam 16 bungkus plastik klip bening. Sabu tersebut menurut terdakwa Rico, merupakan sisa sabu yang sebelumnya ia beli 10 gram seharga Rp 5 juta dari Suheri Purba alias Heri.                

Kemudian Rico menjual sabu 5 gram kepada Arianto alias Partong,  seharga Rp 5,5 juta. Rico juga  menyuruh Julianto menjual sabu dengan perjanjian laku dulu baru bayar. Jaksa menjerat ke empat terdakwa, melanggar pasal 114 dan pasal 112 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.                  

Keterangan dua saksi polisi dibenarkan para terdakwa. Para terdakwa juga mengakui perbuatan mereka dalam peredaran sabu di Nagori Purba Ganda, sudah berjalan cukup lama. "Kami sudah lama menjual sabu di kampung kami dan hasilnya gak ada uang habis buat poya-poya gak ada simpanan uang yang mulia,"ucap para terdakwa senada menjawab pertanyaan hakim dalam persidangan sebelumnya.              

Atas tuntutan jaksa, para terdakwa secara lisan didampingi penasehat hukum Sintong Sihombing memohon keringanan hukuman  dengan alasan menyesal. Untuk putusan sidang kembali dibuka Kamis (11/6) mendatang.

"Untuk putusan sidang ditunda seminggu,"kata ketua majelis hakim, A Hadi Nasution.

Persidangan dibantu panitera, Amriyata Siregar, dinyatakan ditutup dan dibuka kembali pada Kamis mendatang. 

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!