HETANEWS.COM

10 Festival Kematian, Dua di Antaranya Ada di Indonesia

Hetanews.com - Setiap akhir Oktober, orang Inggris dan Amerika akan ramai-ramai memeriahkan festival halloween, yaitu perayaan yang berhubungan dengan kematian. Ternyata selain halloween, ada juga festival kematian lainnya di beberapa negara termasuk di Indonesia. 

1. La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme - Spanyol 

theculturetrip.com

Festival ini merupakan ajang tahunan yang diadakan di Las Nieves, kota kecil di bagian barat laut Spanyol. Fesival ini juga dikenal sebagai Death Festival, ritual pura-pura mati ini telah menjadi bagian dari budaya lokal di Las Nieves. Festival kematian ini digelar pada tanggal 29 Juli setiap tahunnya. 

Dilansir Odditycentral.com, selama berabad-abad, gereja Katolik tak dapat sepenuhnya mengintegrasikan ajaran mereka di Las Nieves. Sebagian besar penduduk masih percaya penyihir dan roh jahat dalam kehidupan spiritual mereka. Maka, festival unik ini adalah salah satu upaya gereja untuk beradaptasi dengan budaya lokal masyarakat.

2. El Dia de los Muertos - Meksiko

El Dia de los Muertos - Meksiko. ©2015 Unlimited Vacation Club

Festival ini merupakan produk asimilasi dari ritual kuno dan ajaran Kristen. El Dia de los Muertos dikenal hampir seluruh negara Amerika Latin, tetapi warga Meksiko yang paling antusias merayakannya.

Dia de los Muertos berlangsung selama 2 hari. Inti dari perayaan tersebut adalah memperingati kehidupan yang pernah dijalani mendiang dengan makanan, parade, tarian dan pesta pora.

Dengan cara itu diyakini roh orang-orang yang sudah mati akan kembali dan ikut berpesta sebelum kembali ke dunia mereka.  Makam mendiang dibersihkan dan dipasangi altar sederhana yang dilengkapi persembahan makanan.

Salah satu yang paling khas adalah Pan de muerto atau “roti orang mati”. Roti berbentuk tulang belulang ini khusus dipanggang oleh anggota keluarga yang masih hidup. 

3. Radonitsa - Ukraina, Belarus, dan Rusia 

theculturetrip.com

Umat Gereja Ortodok Rusia dan negara sekitarnya punya festival Radonitsa, sebuah perayaan untuk mengingat anggota keluarga dan leluhur yang telah meninggal dunia. Perayaan yang berakar dari tradisi Slavia ini dilakukan pada hari Selasa kedua Paskah.

Beberapa daerah di Rusia merayakannya pada hari Senin. Saat Radonitsa, warga berkunjung ke makam dan mengadakan jamuan bersama mendiang di sana. Mereka juga meletakkan telur Paskah di batu nisan dan memberikan hadiah untuk mertua di hari perayaan ini. 

4. Zhong Yuan Jie - China

livinglifeinfullspectrum.com.au

Para pemeluk Buddha dan Tao merupakan orang-orang yang sangat menghargai leluhur dan nenek moyang. Setiap tahun, mereka mempersembahkan 1 bulan penuh untuk menghormati anggota keluarga yang sudah meninggal.

Pada bulan khusus itu mereka merayakan Zhong Yuan Jie atau “festival hantu-hantu yang kelaparan”. Warga China percaya gerbang ke alam baka terbuka pada bulan ketika Zhong Yuan Jie berlangsung. Tak jarang warga menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari karena takut diganggu hantu yang telah melewati gerbang alam baka. 

5. Gai Jatra - Nepal

religioustravelplanningguide.com

Gai Jatra bisa juga disebut festival sapi Nepal. Orang Nepal percaya sapi adalah binatang yang bisa membantu perjalanan mendiang ke alam baka. Jadi keluarga yang baru kehilangan anggota keluarga akan menuntun sapi atau anak lelaki yang didandani seperti sapi sepanjang jalan. Puncak festival ini bisa disaksikan di Kathmandu, ibukota Nepal pada bulan Agustus atau September.  

6. Pitru Paksha - India 

oneindia.com

Pitru Paksha adalah tradisi di mana para pemeluk Hindu mengenang nenek moyang mereka. Perayaan ini berlangsung selama 15 hari pada bulan Hindu Ashwin. Saat itu warga memberikan persembahan berupa makanan.

Pitru Paksha berawal dari kisah Karna, seorang prajurit dalam mitologi Hindu. Ketika jiwanya mencapai surga, Karna merasa lapar. Namun dia tidak menemukan apapun selain emas. Karna meminta makanan kepada Indra, sang penguasa langit. 

Namun Indra mengatakan Karna hanya bisa makan emas karena dia tidak pernah mempersembahkan makanan untuk nenek moyangnya selagi masih hidup. Karna menyesali perbuatannya dan diizinkan untuk kembali ke bumi selama lima belas hari. Waktu itu dia gunakan untuk menebus kesalahan dengan memberi makanan dan air.

7. Obon - Jepang 

Obon Festival/religioustravelplanningguide.com

Obon adalah perayaan tradisional untuk memperingati roh kerabat dan keluarga. Hari kematian Jepang ini dirayakan pada hari ke-15 bulan ke-7. Festival ini telah dirayakan selama lebih dari 500 tahun. 

Walaupun tujuan utamanya adalah menghormati arwah para leluhur, Obon dimeriahkan dengan pesta kembang api, permainan, dan tarian Bon Odori. Orang Jepang percaya jiwa mereka kembali saat Obon berlangsung. Saat Obon biasanya mereka pulang ke kampung halaman dan memperingati arwah leluhur bersama keluarga.  

8. Pchum Ben - Kamboja

cambodiaexpatsonline.com

Antara pertengahan September atau Oktober warga Kamboja menghentikan seluruh kegiatan duniawi untuk merayakan Pchum Ben. Ini merupakan salah satu hari raya paling penting dalam kalender agama Khmer. Hari raya ini berlangsung selama 15 hari. Saat itu warga Kamboja memadati pagoda sambil mengenakan pakaian berkabung berwarna putih.

Pchum Ben adalah hari-hari di mana batas antara alam baka dan dunia manusia tiada. Saat itu para arwah akan kembali kepada kerabat yang masih hidup untuk menebus dosa-dosa dari kehidupan mereka di masa lalu. Sebagai gantinya, warga Kamboja membawa makanan persembahan ke pagoda. 

9. Ma’nene - Indonesia 

nawacita.com

Festival atau ritual Ma’nene di Toraja, Sulawesi Selatan. Saat festival ini berlangsung memungkinkan para wisatawan untuk melihat secara langsung ritual pembersihan mayat berusia ratusan tahun oleh penduduk lokal. 

Ratusan jenazah yang telah dimakamkan di dalam patane atau kuburan khas suku Toraja akan dibuka kembali. Setelah selesai dibersihkan, jenazah akan dipakaikan baju yang baru.

Sebelum dimasukkan kembali ke dalam peti, jenazah akan di jemur beberapa menit di bawah sinar matahari untuk dikeringkan.  Festival atau ritual Ma'nene dilaksanakan tiga tahun sekali di sejumlah lokasi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, setiap tanggal 20-30 Agustus. 

10. Babukung - Indonesia 

mmc.kalteng.go.id

Festival Babukung adalah festival tahunan yang digelar di Nanga Bulik, ibu kota Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Festival ini pertama kali digelar pada tahun 2014. 

Festival ini berawal dari Babukung atau sejenis tarian ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Lamandau. Tarian ini menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu yang disebut Luha, sedangkan para penari disebut Bukung. 

“Babukung erat kaitannya dengan ritual kematian, terutama bagi warga dayak. Biasanya dilaksanakan pada saat ada orang yang meninggal. Mereka datang menggunakan topeng atau luha, lalu menggunakan pakaian khusus, sehingga tidak ada yang mengenalinya,” jelas Riko Purwanto, S.STP selaku Wakil Bupati Lamandau.

Sumber: opini.id

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!