Jakarta, hetanews.com - Partai Demokrat resmi mengusung Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana sebagai bakal calon gubernur Kalimantan Selatan di Pilkada serentak 2020.

Hal itu tertuang dalam Surat Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Nomor 32/BAPPILU/DPP.PD/V/2020 tanggal 23 Mei 2020 tentang permohonan Surat Tugas untuk Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang mengikuti Pemilukada Tahun 2020.

Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya memberikan tugas kepada Denny untuk melakukan komunikasi politik kepada partai-partai politik lain. Hal itu bertujuan agar syarat dukungan minimal 20 persen partai-partai politik menjadi Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Tahun 2020 segera terpenuhi.

"Mencari dan menetapkan Calon Wakil Gubernur untuk menjadi pasangan dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2020," kata Riefky dalam surat tugas kepada Denny.

Riefky juga meminta agar Denny melaporkan hasil survei terkini dan koalisi Partai Politik yang sudah diperolehnya kepada DPP Partai Demokrat. Nantinya, Partai Demokrat akan melakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan hasil laporan dan survei tersebut bila dipandang perlu.

"Surat Tugas ini diberikan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan etika politik Partai Demokrat dan Perundang-undangan yang berlaku," kata Riefky.

Diketahui, Denny sudah mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai calon gubernur Kalimatan Selatan. Ia mengaku sudah mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur Kalsel ke DPW Partai NasDem pada Oktober 2019 lalu.

Selain Denny, belum ada tokoh lain yang mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur dalam Pilkada Kalsel 2020.

Termasuk juga bagi petahana Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Nama Sahbirin sendiri digadang-gadang akan maju kembali di Pilkada Kalsel. Sebab, Sahbirin sendiri baru menjabat 1 periode sebagai Gubernur Kalsel.

Tak hanya itu, beberapa partai politik pun sudah mengajukan nama-nama kadernya untuk menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur mendampingi Sahbirin. Namun hingga belum ada nama yang ditetapkan.

Denny sendiri merupakan Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM pada 2011-2014. Kala itu dia mendampingi Menteri Amir Syamsuddin.

Denny termasuk pendiri Indonesian Corut Monitoring dan Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) sebelum menjadi Wamenkumham. Dia pun pernah dipercaya menjadi staf khusus Presiden SBY.

Termutakhir, Denny dipercaya menjadi anggota tim kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. Akan tetapi, gugatannya ditolak dan MK tetap menganggap Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. 

sumber: cnnindonesia.com