HETANEWS.COM

Pengamat Pendidikan Khawatir Sekolah Dibuka Saat Kasus Positif Covid-19 Meningkat

Sumut, hetanews.com - Pengamat Pendidikan, Rizal Hasibuan khawatir dengan sekolah-sekolah yang mulai beraktivitas kembali itu dapat meningkatkan penyebaran wabah virus pandemi Covid-19 di murid.

Sebab, kata dia pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi atau pun Kabupaten/Kota belum dapat menyampaikan sebagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk belajar.

"Harusnya pemerintah itu melalui dinas pendidikan menyiapkan SOP, pelaksanaan new normal. Walaupun di Sumut kita masih bingung, karena tidak masuk dalam kategori PSBB," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, SOP ini penting untuk diterapkan di sekolah. Agar para murid dapat belajar bersih dan mengetahui sebagaimana wabah virus Corona ini dapat menyerang manusia.

Rizal tidak setuju dengan beberapa sekolah di Kota Medan yang sudah memulai aktivitas belajar mengajarnya.

"Saya menduga aktivitas sekolah ini terlampau dini. Walaupun sudah ada Surat Edaran dari pusat mengenai protokol kesehatan unit kerja di pendidikan. Namun belum diturunkan bagaimana teknisnya bagaimana," ujarnya. Ia berharap, pemerintah agar dapat memikirkan matang-matang dulu, sebelum dapat memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah. Dirinya khawatir terhadap anak-anak murid yang belum paham betul mengenai wabah wabah ini, dapat tertular dengan mudah. Bukan hanya kepadanya, penularan terjadi bahkan sampai terbawa ke lingkungan rumah.

"Kalau ini dilaksanakan, penularan virus Corona makin banyak dan membuat claster baru di dunia pendidikan," jelasnya. Sejauh ini, ia belum ada melihat satu pun sekolah yang menerapkan aturan protokol kesehatan. Di mana, menyediakan tempat pencuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh. Jika aturan dari protokol kesehatan saja tidak diterapkan, Rizal geleng kepala melihat pemerintah yang begitu dini memikirkan untuk membuka aktivitas sekolah.

"Alat protokol kesehatan sudah disiapkan apa belum disekolah, jika tidak ada maka pemerintah ini terlambat," ungkapnya.

 

sumber: tribun-medan.com

Editor: bt.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!