HETANEWS.COM

DPRD dan Pemko Pematangsiantar Rapat Tertutup Covid 19, Ada Apa?

Sejumlah awak media keluar dari ruang rapat gabungan Komisi DPRD, Selasa 2 Mei 2020.

Siantar, hetanews.com - DPRD Pematangsiantar gelar rapat dengar pendapat bersama Pemko Pematangsiantar dan Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid 19. Kedua lembaga tersebut bersepakat menggelar rapat tertutup tanpa pantauan media. 

Penanganan pandemi Covid 19 selama ini menjadi sorotan publik khususnya media. Selain melonjak jumlah kasus positif di Pematangsiantar, pengelolaan anggaran untuk Covid 19 bersumber dari APBD pun tidak diketahui pasti oleh publik. 

Ironinya, yang terlihat selama ini adalah pembagian sembako Jaring Pengaman Sosial [JPS] yangtidak tepat sasaran dan melanggar protokol kesehatan. Bahkan penyaluran Sembako JPS terendus berbau mark up, dengan adanya laporan pengaduan ke Polda Sumut dan KPK.

Meski begitu, keterbukaan informasi mengenai soal penanganan Covid 19 yang berhubungan erat dengan kemanusiaan semakin buram setelah DPRD dan Pemko menggelar rapat secara tertutup, pada Selasa (2/6/2020), pukul 11.00 WIB. 

Pantauan dilokasi, peserta rapat dihadiri oleh masing masing anggota DPRD lintas Komisi, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Mangatas Silalahi. Turut hadir sejumlah kepala OPD, Juru Bicara GTPP Covid 19, Kadis Kesehatan dan PJ Sekda. 

Rapat digelar di ruang rapat gabungan komisi. Sebelum dimulai, pertemuan itu terbuka dapat dipantau sejumlah awak media yang sehari melakukan peliputan di DPRD. Dari depan pintu, siap siap para awak menyimak alur rapat.

Bersamaan dengan itu, Mangatas Silalahi pun membuka rapat dengan melempar pertanyaan kepada floor. "Kita sepakati dulu, apakah rapat ini terbuka atau tertutup?," Kata Ketua Golkar Pematangsiantar ini. 

Sontak jawaban dari floor langsung menyebut tertutup. Gelombang suara riuh pertama datang dari para Kepala OPD kemudian anggota DPRD yang hadir. Mangatas kembali mempertegas pertanyaan kepada Anggota DPRD. 

"Komisi satu? Komisi komisi dua? Komisi tiga?," ucap Mangatas kepada anggota DPRD, yang seluruhnya menjawab tertutup. "Mohon maaf kepada rekan rekan pers, Panti kami sampaikan lewat Releasenya," ucap Mangatas melihat ke arah kerumunan awak
media di arah pintu. 

Awak media kesal dan sempat protes.  Pintu ruangan kemudian ditutup dan wartawan satu persatu mundur keluar ruangan. Bersamaan dengan itu, Kabag Umum DPRD Pematangsiantar Ruskini Purba kembali mempertegas. 

"Nanti dikirim releasenya. Ini kan karena Covid gak boleh ramai ramai," ucapnya. 
Mendengar ucapan itu, beberapa awak media terdengar  makin menggerutu. Apalagi selama diruang rapat, terpantau para para kepala
OPD duduk berdekatan dan mengabaikan physical distancing. 

Masih dilokasi, selama rapat berlangsung, suara microfon yang digunakan saat rapat pun diperkecil. Sehingga apa yang dibahas dalam rapat tersebut tidak terdengar keluar ruangan. Lalu apa yang ditutup-tutupi dalam tersebut?
 

Penulis: gee. Editor: edo.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!