HETANEWS.COM

Visum Luka Lama, Korban Cabul Ini Sudah Penjarakan Beberapa Pelaku

Persidangan yang digelar secara online. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Seorang supir angkot Sinar Beringin, berinisial GCS als Dion (24), warga Jalan A Yani Siantar, didakwa melakukan perbuatan cabul kepada saksi korban, sebut saja Dita (14 tahun).

Dan agenda persidangan, pada Kamis (28/5/2020) siang lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang digelar secara online, melalui sidang tertutup, mendengarkan keterangan saksi korban.

Menurut Dita, dirinya dicabuli Dion, pada sekitar bulan Agustus sore, menjekang malam, sekitar pukul 18.30 WIB, di depan SMKN 3 Nagori Purba Satu, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun. Korban dicabuli di dalam angkot Sinar Beringin, BK 1734 WQ yang dikemudikan terdakwa Dion.

Awalnya, korban Dita, naik angkot bersama temannya karena mau pulang, tapi setelah sampai di simpang rumahnya, korban dan temannya tidak turun. Karena terdakwa mengatakan "mobil nanti diputar balik dulu baru turun". Korban pun mau saja.

Sampai di depan sekolah, tempat perputaran angkot, teman korban bernama Mutiara dan juga teman terdakwa, bernama Alex Turnip als Bocor, diberi uang untuk membeli aqua dan jangan cepat kembali, kata terdakwa. Saat itu, korban dicabuli di dalam angkot.

Keterangan saksi korban, dibenarkan terdakwa. Hanya saja, tidak ada kekerasan yang dilakukan karena korban mau melakukannya. Sesuai hasil visum, dr Rahini Rahim SpOG, di RSU Tuan Rondahaim Pematangraya, menyimpulkan, selaput darah korban sudah tidak utuh lagi dan sudah sering melakukan persetubuhan. Luka tersebut merupakan luka lama.

Dihubungkan dengan hasil visum karena sudah sering melakukan persetubuhan, meskipun masih berusia 14 tahun dan dikategorikan sebagai anak. Dita sudah beberapa kali dicabuli dan pelakunya sudah ada 3 orang yang dipenjarakan karena dikenakan pasal UU Perlindungan Anak.

Termasuk terdakwa Dion, merupakan orang ke-4 yang diproses hukum. Antara terdakwa Dion dan juga keluarga anak (Dita) sudah melakukan perdamaian. "Jadi bukan Dion saja yang mencabuli Dita,"ungkap salah seorang keluarga terdakwa.

Jaksa H Ronald MP SH, menjerat Dion melanggar pasal 81 (2) Jo pasal 76D peraturan pemerintah pengganti Undang-undang no.1/2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah ditetapkan menjadi UU No.17/2016 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 (1) KUH Pidana.

Dalam perkara ini, Dion sempat membantah semua perbuatannya tapi dengan adanya perdamaian menunjukkan perbuatan itu ada. Dalam persidangan lanjutan, Dion pun membenarkan ada melakukan pencabulan terhadap korban tapi sudah berdamai.

Majelis hakim juga sempat menolak eksepsi tim pengacara melalui putusan sela, pada sidang sebelumnya.               

"Untuk mendengarkan keterangan saki lainnya, sidang ditunda Minggu depan,"kata Ketua majelis hakim Roziyanti SH, didampingi hakim anggota, Aries Ginting dan Mince Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!