HETANEWS.COM

Akhirnya Purnomo Serahkan Surat Mundur dari Pendaftar Pilkada Solo

Achmad Purnomo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Solo, hetanews.com - Akhirnya bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo benar-benar menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai pendaftar Pilkada Solo dari PDIP. Sejak wacana bergulir lima pekan lalu, Purnomo baru mengambil langkah nyata kemarin.

Pada 24 April 2020 lalu, Purnomo menyatakan ingin mundur dengan alasan pandemi COVID-19 yang mungkin masih berkepanjangan. Dia tak sampai hati jika melanjutkan proses politik di tengah pandemi.

"Kayaknya kondisi berkepanjangan, bahkan presiden mengatakan sampai setahun. Saya tak sampai hati karena pandemi belum berakhir," kata Purnomo di Balai Kota, Jumat (24/4).

Namun dia tak kunjung menyerahkan surat pengunduran diri. Alasannya, saat itu belum ada kepastian jika Pilkada akan digelar tahun 2020.

Bahkan setelah presiden meneken Perppu tentang Pilkada serentak yang akan digelar Desember 2020, Purnomo juga masih belum menyerahkan surat pengunduran diri. Tetapi dia mengaku telah membuat surat tersebut.

"Surat sudah saya buat. Nanti saya menunggu ketua cabang (DPC PDIP Solo), diizinkan tidak. Saya buat suratnya tanggal 5 Mei," ujarnya, Rabu (6/5).

Pada 27 Mei 2020 kemarin, DPR menyetujui Pilkada digelar 9 Desember 2020. Baru kemudian Purnomo menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo.

"Surat sudah saya haturkan kepada Pak Rudy selaku Ketua DPC. Keputusannya (9 Desember) kan kemarin," kata Purnomo di Balai Kota Solo, Kamis (28/5).

Setelah ini, Purnomo akan menunggu pembahasan di tingkat DPC PDIP Solo. Apabila disetujui maka surat tersebut akan diserahkan kepada DPP PDIP.

"Nanti tinggal menunggu prosesnya. Boleh nggak di tingkat DPC. Kalau mengizinkan, lalu nanti bagaimana DPP," ujar dia.

Menurutnya, ada dua kemungkinan respons terkait pengajuan suratnya. Pengunduran dirinya akan disetujui atau malah ditolak oleh DPC ataupun DPP.

"Kalau dikabulkan ya sesuai dengan harapan saya. Kalau tidak, saya tetap menaati perintah sebagai kader," katanya.

Dalam penyerahan surat hari ini, Purnomo mengaku tidak berkomunikasi terlebih dahulu dengan bakal calon Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa yang menjadi pasangannya. Namun dia yakin Teguh juga sependapat dengannya.

"Sejak dulu kan sudah (komunikasi). Kalau tadi pagi belum komunikasi. Kayaknya Pak Teguh juga senada," ujar Purnomo.

Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo membenarkan telah menerima surat dari Purnomo. Namun dirinya masih belum akan memprosesnya.

Alasannya, meskipun Pilkada Serentak sudah disetujui tanggal 9 Desember 2020, saat ini belum ada pemberitahuan resmi ke partai.

"Sudah (dapat surat), tapi kan belum saya bahas. Nunggu surat dari KPU. Kan nanti dari KPU ada surat pemberitahuan ke partai," ujar Rudy.

Menurutnya, proses tahapan Pemilu juga belum selesai dibahas. Bahkan, kata Rudy, pelaksanaan pemilu masih mungkin untuk mundur dari 9 Desember 2020.

"Dan itu nanti minta tambahan anggaran. Di pusat belum dibahas kok. Diperkirakan tetap tanggal 9 Desember, tetapi masih melihat perkembangan pandemi COVID-19," tutupnya.

sumber: detik.com

Editor: sella.