HETANEWS.COM

Masa Tanggap Darurat Corona di Sumut Diperpanjang

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan masa tanggap darurat di wilayahnya akan diperpanjang hingga 7 Juni 2020.

Hetanews.com - Masa tanggap darurat corona di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) diperpanjang dari 29 Mei menjadi 7 Juni 2020. Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan masa tanggap darurat di wilayahnya akan diperpanjang hingga 7 Juni 2020.

Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat corona, kegiatan belajar mengajar di Sumut otomatis masih tetap dilakukan dari rumah. Edy meminta masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan.

"Berarti sekolah tetap diliburkan. Kegiatan belajar masih dilakukan dari rumah," kata Edy di Medan, Rabu (27/5/2020). Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat corona di Sumut, eks ketua umum PSSI ini juga meminta agar seluruh pusat perbelanjaan seperti mal untuk tetap tutup.

Namun, faktanya beberapa mal di Kota Medan masih beroperasi pada saat pandemi corona. "Nanti saya telepon walikot Medan (wali kota). Itu wewenangnya Kota Medan," ujar Edy.

Terkait kebijakan uji coba new normal yang bakal diterapkan di sejumlah wilayah, Edy mengatakan, pihaknya masih mengkajinya. Ia mengatakan,Sumut tidak termasuk dalam daerah yang akan memasuki era new normal. "Sedang kita pelajari cocok enggak dengan Sumut," ucap Edy.

"Itu perlu dikaji, sedang dikaji pemerintah sehingga apa yang harus dilakukan. Pastinya selama vaksin belum dapat atau ditemukan kita masih persoalan terus sama corona. Jelasnya sementara ini corona, ya kita harus ikuti protokol kesehatan tidak ada yang lain," imbuhnya.

Sementara itu, jumlah kasus positif corona di Sumut terus mengalami peningkatan setiap harinya. Pada Rabu (27/5/2020) sore, 332 orang terdeteksi positif corona lewat metode polymerase chain reaction (PCR).

Sehari sebelumnya, jumlah kasus corona di Sumut mencapai 315, sehingga ada tambahan 17 kasus baru. Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Whiko Irwan menyebut 146 orang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

Jumlah PDP di Sumut mengalami penurunan dari sebelumnya, yakni 181. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sumut juga mengalami penurunan dari 443 menjadi 441.

Untuk yang meninggal dunia saat ini berjumlah 35 orang, naik 1 orang dari 34 orang. Sementara itu untuk pasien yang sembuh naik dari 114 menjadi 116 orang," sebut Whiko. 

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!