Siantar, hetanews.com- Kunjangan kerja Anggota Komisi I DPRD kota Siantar ke dinas tarukim berlangsung tertutup,  Rabu(22/4/2015). Para awak media tidak dibenarkan memasuki ruang rapat, padahal sebelum keberangkatan dari kantor DPRD, ditegaskan pertemuan terbuka.

Ketua Komisi III DPRD Siantar, Hendra Pardede yang berasal partai golkar mengatakan bahwa kunjungan ini terbuka. "Rapat ini terbuka, nanti kalau mau meliput datang saja," ujarnya di kantor DPRD Siantar, Rabu pagi. Namun, ketika hendak diliput, wartawan dilarang pegawai Tarukim bernama Rahmad. "Rapatnya tertutup tidak bisa masuk wartawan, jadi tunggu siap,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pegawai wanita yang mengenakan jilbab. Ia menuturkan bahwa wartawan kok ngotot. "Kalian kok ngotot kali, sekali tertutup-tertutuplah. Gak ada hak kalian meliput ini," ujarnya

Salah satu pegawai mengatakan, wartawan tidak diijinkan masuk atas perintah Hendra Pardede. "Anggota DPRD nya yang mengatakan tertutup, ketika di tanya siapa yang bilang, ia mengatakan Hendra Pardede mengatakan supaya waratawan jangan masuk,"ucapnya.

Mendengar pengakuan dari pegawai Tarukim, sontak para wartawan kaget dan merasa telah dibohongi oleh Hendra Pardede, yang mengajak mengatakan pertemuan terbuka sebelum berangkat tapi setibanya di kantor dinas tersebut menjadi tertutup.

Setelah rapat selesai dan Hendra keluar, ia mengatakan ruanganya sempit sehingga wartawan jangan masuk. "Sempit tadi, makanya kalau kalian masuk jadi susah," ujarnya. Padahal ketika dikunjungi ruang rapatnya masih lowong.

Empat anggota komisi III DPRD Siantar tidak mengikuti kunjungan kerja ke Dinas Tarukim yang di tutup-tutupi. Adapun anggota DPRD yang tidak ikut yaitu, Frans Bungaran Siatanggang, Robby Tambunan, Frangky Boy Saragih, Oberlin Malau.