HETANEWS.COM

Begini Epidemiologi Covid 19 di Pematangsiantar

Penyemprotan disinfektan di salah satu ruas jalan di Pematangsiantar, Selasa 31 Maret 2020. [foto: Protokoler]

Siantar, hetanews.com - Kasus Covid 19 di Pematangsiantar kian hari semakin bertambah. Terakhir GTPP Covid 19 Pematangsiantar melaporkam 16 Kasus Positif Covid-19, 7 diantaranya sembuh, 2 meninggal dan 7 Pasien di isolasi di rumah sakit.

Lalu, akibat apa sebenarnya penyebaran virus tersebut di Kota Pematangsiantar, hingga kota ini masuk  dalam zona merah dan peringkat
ketiga penyebaran Covid 19 di Sumut?  Pertanyaan itu muncul saat rapat Pansus DPRD Sumut dan GTPP Covid 19, Rabu (27/5/2020).

Tim GTPP Covid 19, dr Erika Silitonga, menjawab kasus Covid 19 di Pematangsiantar secara epidemiologi dimulai dari importir case [kasus yang dihasilkan dari pajanan]. 

"Kasus pertama dengan pasien 01 dari wilayah zona merah masuk ke wilayah pematangsiantar. Pasien 01  Importir case," ujar Erika.

Diterangkan, kasus pasien  02 akibat kontak erat, dan kasus pasien 03 terinfeksi dari pasien 01. Sementara kasus pasien 04 dan 05 merupakan pasangan suami istri dari luar kota. Sementara kasus pasien 06,08 dan 012 berada di Kecamatan Sitalasari dan Marihat.

"Kami sudah lakukan pressing. Kami sudah panggil orang yang berkaitan. Presing Epidemiologi kami lakukan dengan pressing rapid tes," terang Kabid Pencegahan dan pengandilan penyakit [P2P] Dinas Kesehatan Pematangsiantar ini.

Berbeda dengan Pematangsiantar, anggota DPRD Sumut menilai Kabupaten Asahan, misalnya, memiliki potensi penyebarannya virus akibat wilayah tersebut menjadi pintu masuk TKI. 

Baca juga: Berjuang Lawan Virus Corona, dr Erika Menyeka Air Mata

Penulis: gee. Editor: edo.