HETANEWS.COM

16 Kabupaten-Kota di Sumut Nihil Kasus Positif Covid-19

Juru Bicara GTPP Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan. Foto: int

Sumut, hetanews.com - Jumlah pasien positif Covid-19 untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, masih menunjukkan tren peningkatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Provinsi Sumatera Utara hari Minggu (24/5/2020) sore, jumlah pasien positif terjangkit Covid-19 di Sumut kembali bertambah 17 menjadi total 311 orang.

Dari 311 kasus positif tersebut, sebagian besar berada di wilayah yang masuk zona merah penyebaran covid-19 (red zone).

Berdasarkan peta sebaran kasus positif Corona di Sumut, ada empat dari 33 kabupaten/kota yang saat ini masuk dalam zona merah.

Empat daerah tersebut berstatus zona merah karena sudah terdapat lebih dari 5 kasus positif Corona virus disease (covid).

Keempatnya adalah Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kota Pematangsiantar, serta Kabupaten Simalungun.

Meski sudah tembus di angka 311, tapi dari peta persebaran covid-19, masih terdapat 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang masih zero (nol) kasus positif covid-19.

Kabupaten/kota tersebut sebagian besarnya berada di wilayah sebelah barat dan selatan Provinsi Sumatera Utara yaitu Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina), serta Pakpak Bharat.

Kemudian, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Samosir, Batubara, Padanglawas (Palas), Padang Lawas Utara (Paluta), dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Namun demikian, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatra Utara tetap mengingatkan warga masyarakat untuk tetap waspada.

Juru Bicara GTPP Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan sebelumnya mengatakan dari kondisi saat ini mengimbau agar warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Ini dilakukan karena sampai saat ini belum ada tren penurunan dan masih ditemukannya penderita baru di Sumatra Utara," kata Whiko.

Whiko menambahkan pihaknya juga masih banyak menemukan warga yang mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak dan mengabaikan untuk menghindari keramaian.

Dia mengimbau, jika memang tidak terlalu penting lebih baik untuk tetap di rumah. Namun jika ada keperluan mendesak diimbau untuk memakai masker jika keluar rumah.

"Kami mengingatkan dan harus dilaksanakan selalu menggunakan masker di manapun kita berada. Selain itu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dalam berinteraksi, dan menghindari kerumunan," kata Whiko.

 

sumber: tribun-medan.com

Editor: bt.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!