HETANEWS.COM

Korupsi di China Naik 2 Kali Lipat di Tengah Pandemi Corona

Beijing, hetanews.com - China merupakan negara pertama yang berperang melawan wabah virus Corona sejak awal tahun 2020. Berdasarkan laporan tahunan Kejaksaan Agung China, jumlah penuntutan terkait kasus korupsi di negeri Tirai Bambu ini meningkat hampir 2 kali lipat pada tahun 2019.

Selasa (26/5/2020), Presiden China Xi Jinping sedang gencar menggaungkan perlawanan terhadap kejahatan korupsi. Namun menurut laporan tahunan dari Kejaksaan Agung yang diajukan ke parlemen nasional ada 18.585 orang yang dituntut atas kejahatan terkait korupsi pada tahun 2019. Ada peningkatan 90 persen dari tahun ke tahun.

Terdapat 16 kasus yang melibatkan mantan kader Partai Komunis tingkat provinsi atau menteri. Termasuk mantan ketua partai Yunnan Qin Guangrong, dia dituduh menerima suap.

Mantan eksekutif pembuatan kapal Hu Wenming dan mantan Wakil Menteri Keamanan Nasional, Sun Lijun termasuk dalam target kampanye antikorupsi. Keduanya ditempatkan di bawah penyelidikan untuk "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum" pada Mei dan April.Diketahui, penuntutan kasus di China nyaris selalu berakhir dengan hukuman. Tahun lalu, sekitar 1,3 juta kasus kriminal, hanya 1.388 orang yang dinyatakan bebas.

Tahun lalu juga terjadi peningkatan 50 persen dalam jumlah kasus yang melibatkan anggota Partai Komunis. Menurut laporan yang disiarkan pada Senin (25/5) mereka dipindahkan ke jaksa penuntut untuk diselidiki.

Untuk diketahui, rencana China untuk mengadakan Kongres Rakyat Nasional tahunan tertunda tahun ini. Namun nantinya akan ada kontrol yang lebih ketat pada akses dan banyak sesi tertutup untuk media karena wabah Corona.

Laporan itu memaparkan, sebanyak 25.000 persidangan yang melibatkan korupsi, penyimpangan dan penyuapan diselesaikan tahun lalu. Setidaknya ada 29.000 orang yang dihukum usai persidangan.

Sejauh ini, lebih dari satu juta pejabat telah dihukum di bawah kampanye anti-korupsi. Kampanye antikorupsi telah menjadi landasan masa jabatan tujuh tahun Presiden Xi.

Para kritikus menuduh kampanye antikorupsi itu menargetkan musuh politik Xi. Mahkamah Agung Rakyat juga melaporkan bahwa ada 22 pengadilan di bawah hukum para martir yang kontroversial, yang mengkriminalkan semua penghinaan terhadap para pahlawan Komunis.

Beberapa pengguna internet dan bahkan platform komik online telah dihukum sejak undang-undang tersebut diperkenalkan pada 2018.

Ada juga peningkatan yang signifikan dalam jumlah penuntutan tahun lalu untuk kasus kejahatan cyber dan pelanggaran kekayaan intelektual. Masing-masing peningkatannya mencapai 33 dan 32 persen.

Laporan itu juga mengatakan bahwa lebih dari 2.500 orang dituntut selama Februari-April 2020, karena pelanggaran pidana terkait Corona.

Diketahui, virus Corona pertama kali dilaporkan di Wuhan, China pada Desember tahun lalu. Pada Sabtu (23/5) otoritas China melaporkan nol kasus baru virus Corona (COVID-19) untuk pertama kalinya, sehingga total kasus virus Corona di wilayah China daratan masih berada di angka 82.791 kasus.

Virus Corona pertama muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir tahun lalu. Virus ini meluas ke seluruh wilayah China dan akhirnya ke berbagai negara. Setelah mencapai puncak pada pertengahan Februari lalu, kini laju pertambahan virus Corona di China daratan bisa dikendalikan.

sumber: detik.com

Editor: sella.