HETANEWS.COM

Survei: 53,8 Persen Warga Tak Puas Kerja Jokowi Hadapi Corona

Dalam foto yang diambil pada 20 Oktober 2019, Presiden Indonesia Joko Widodo bereaksi terhadap wartawan, setelah pelantikan dan upacara pelantikan di gedung DPR di Jakarta. Foto: Reuters

Jakarta, hetanews.com - Survei Indo Barometer dan Puslitbangdiklat RRI mencatat 53,8 persen publik tidak puas dengan penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Hanya 45,9 persen responden yang menyatakan puas.

Dalam hasil survei yang dilakukan 12-18 Mei 2020 diterima CNNIndonesia.com, Selasa (26/5), ada lima alasan responden tidak puas. Sebanyak 17,3 persen responden menilai kebijakan Jokowi tidak konsisten, sedangkan 10,7 persen menilai pemerintah lambat mendistribusikan bansos.

Selain itu, 10,1 persen responden menilai data penerima bansos tidak akurat, 10,1 persen menilai penanganan lambat, dan 9,9 persen menilai kebijakan presiden dan pembantunya sering berbeda.

Sementara para responden yang puas berpegang pada alasan penanganan PSBB sudah cukup baik (31,1 persen), penanganan cepat tanggap (19,2 persen), mulai banyak yang sembuh (10,6 persen), kebijakan PSBB sudah tepat (9,3 persen), dan terlihat kerja nyata (6 persen).

Survei juga mencatat ketidakpuasan publik terhadap penanganan kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi. Sebanyak 84,3 persen menyatakan tidak puas atas penanganan pengangguran yang dilakukan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Alasan ketidakpuasan yang disampaikan adalah PSBB mengakibatkan sulit bekerja dan mendapat pekerjaan, persen merasa sulitnya mencari pekerjaan, kartu prakerja belum efektif, belum ada solusi yang tepat bagi yang menganggur, dan merasa sulit mendapat pekerjaan. Kemudian 74,1 persen responden merasa tidak puas atas penanganan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.

Lima alasan terbanyak yang disampaikan adalah kemiskinan semakin bertambah, korupsi dana bantuan, bantuan bagi masyarakat miskin lambat, jumlah bantuan sedikit, serta masih banyak masyarakat miskin yang tidak terbantu.

Survei dilakukan di 7 provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Sebanyak 400 responden dilibatkan.

Metode penarikan sampel menggunakan quota & purposive sampling dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,90 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sumber: cnnindonesia.com

Editor: tom.