HETANEWS.COM

Sri Mulyani soal Penanganan Corona: Kesehatan dan Ekonomi Tak Bisa Dipertukarkan

Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuanga Si Mulyani berbincang sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan

Hetanews.com - Kepentingan melindungi kesehatan masyarakat dan menyelamatkan kondisi ekonomi dari dampak virus corona COVID-19, sering terasa bertentangan. Tapi Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan keduanya tak bisa dipertukarkan.

"Tidak ada trade-off (pertukaran) antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya ibarat bayi kembar siam yang tidak dipisahkan, maka kalau tidak ada kesehatan, tidak ada ekonomi, begitu juga sebaliknya," tulis Sri Mulyani di akun instagramnya.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani, saat berdialog dengan Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK). Meski tak secara langsung mengurusi sektor kesehatan termasuk mereka yang berprofesi di bidang itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut merasa ikut bertanggung jawab dalam penanganan virus corona.

"Sebagai Menteri Keuangan, saya memiliki tanggung jawab dan andil di dalam formulasi kebijakan dan akan berusaha sebaik mungkin untuk mendengarkan berbagai pandangan dan aspirasi di luar domain fiskal yang memiliki dampak terhadap keuangan negara," ujarnya.

Itu sebabnya, lanjut Sri Mulyani, pada saat terjadi pandemi, langkah pertama pemerintah adalah mengunci terlebih dahulu dana Rp 75 triliun khusus untuk kesehatan/penyelamatan masyarakat dari COVID-19.

Kolase foto petugas medis COVID-19 dan foto pengunjung berbelanja pakaian yang dijual di salah satu mal di Cirebon.
Foto: ANTARA/Abriawan Abhe dan Rifki N

"Saya mengapresiasi semua masukan yang akan dijadikan pertimbangan dalam penyusunan APBN 2021, khususnya untuk reformasi di bidang kesehatan," imbuh Sri Mulyani.

Kepada Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan, dia menyampaikan rasa syukur bisa berdialog. Karena menurutnya, kesempatan itu bisa digunakan untuk menyampaikan secara pribadi rasa kagum dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengorbanan, dan risiko yang dihadapi dalam menghadapi pandemi COVID-19 di garis terdepan.

"Saya ungkapkan juga rasa sedih dan prihatin yang mendalam untuk para tenaga medis dan petugas kesehatan yang gugur dalam melaksanakan tugas menyelamatkan nyawa korban COVID-19," pungkas Sri Mulyani.

Sumber: kumparan.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!