HETANEWS.COM

Amien Rais Meramal: Paruh Abad Ini Air Laut Naik, Manusia Tinggal Setengah

Amien Rais di rumahnya Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019) sore. [Suara.com/Rahmat Ali]

Jakarta, hetanews.com - Politikus senior Amien Rais mengkritik istilah new normal yang baru-baru ini digaungkan sebagai skenario baru dalam menghadapi pandemi virus corona.

Menurut Amien Rais, istilah new normal salah arah. Istilah tersebut merupakan pengelabuan yang menyesatkan.

Pendapat tersebut disampaikan Amien Rais melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @amienraisofficial, Minggu (24/5/2020).

Secara gamblang, mantan Ketua MPR RI tersebut mengajak publik untuk tidak memakai istilah new normal.

"Saudara-saudara, jangan dipakai lagi ini (istilah new normal). Ini bisa mengelabui kita sendiri, dikarenakan apapun dianggap normal," ujar Amien Rais, seperti dikutip Suara.com, Senin (25/5).

Dia menerangkan bahwa keadaan bisa dikatakan normal apabila ada norma-norma, pelaporan reguler atau rujukan. Tapi, ia menilai berbeda dengan situasi kali ini.

"Nah, kalau di negara kita ini saya paham. Para petinggi ingin ini new normal setelah virus agak mereda yaitu pegawai negeri tetap pakai masker, tetap jaga jarak ada waktunya di rumah dan waktunya di kantor, dan sebagainya. Kalau semua itu masih oke," imbuhnya.

Tapi, kata Amien Rais, istilah new normal tidak bisa digeneralasasi dalam menghadapi semua kasus.

Ia mengatakan, "Kalau pengangguran meluas dianggap new normal, kerusuhan di setiap daerah karena kelaparan juga disebut new normal, atau menambah utang juga dipandang new normal, ekonomi hancur new normal, saya kira itu sudah kebablasan".

Maka dari itu, ia meminta publik untuk lebih bersikap cerdas. Pasalnya, pandemi virus corona ini bukanlah perkara mudah.

"Jadi marilah kita jadi bangsa yang cerdas, para pemimpin juga harus lebih cerdas lagi, maaf ya. Karena kita ini betul-betul dan situasi yang sangat berat. New normal yang sangat tidak normal," kata Amien Rais.

Amien Rais Ungkap Ramalan

Tak cukup sampai di situ, Amien Rais lantas mengungkap subuah prediksi mengenai keadaan bumi di tengah abad 21, berdasarkan referensi yang dibacanya.

Ia menuturkan, "Saya baca itu, paruh kedua abad ini kemungkinan naiknya air laut itu bukan lagi satu inci, satu digit 10 tahun, tapi mungkin satu kaki 12 inci dalam satu digit.

Selain itu, kata Amien Rais, meski air laut naik kemungkinan sungai akan mengering, begitu juga dengan tanah tak bisa ditanami tumbuhan.

"Hewan-hewan mungkin juga makin merana, produksi agriculture akan menyusut, hewan juga mungkin makin lama makin langka," ujarnya.

"Bahkan katanya dari 9 miliar populasi manusia akan menjadi separuh, daerahnya akan menjadi lebih panas, tidak bisa bercocok tanam karena tanah nggak memungkinkan dan sebagainya," imbuhnya.

Dengan mengacu prediksi tersebut, Amien Rais kembali mengajak publik untuk tetap meneguhkan iman di Hari Raya Idul Fitri ini. Semata-mata untuk memohon pertolongan dari Sang Pencipta.

"Karena itu, saudara-sadaraku dalam semangat Idul Fitri ini kita tetap beriman kepada Allah, mengharap ridhoNya, mengharap bimbinganNya, mengharap hidayahNya, jangan sombong ya, mudah-mudahan tahun ini kita lebih bagus dari tahun kemarin,” kata Amien Rais, memungkasi.

sumber: Suara.com

Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!