HETANEWS.COM

Lebaran Sepi Gegara Corona di Ponorogo, Warga Makan Hingga Tiduran di Jalan

Saking sepinya, warga bisa tiduran di jalan (Foto: Charoline Pebrianti)

Solo, hetanews.com- Suasana lebaran di masa pandemi Corona ini qsangat berbeda di Ponorogo. Jalanan di Bumi Reog sungguh lengang. Padahal biasanya di saat lebaran jalanan selalu ramai dipenuhi warga yang bersilaturahmi.

Hari pertama dan kedua lebaran jalanan tampak lengang. Tak jarang warga sengaja memanfaatkan dan mengabadikan momen sepinya jalanan ini dengan berbagai kegiatan. Mulai dari makan kacang di Jalan Raya Bungkal-Ponorogo tepatnya di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Bungkal hingga tiduran di tengah jalan di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo.

"Karena suasana di jalan raya sangat sepi dari kendaraan mulai pagi hingga sore, saya sama warga lainnya sempat jagongan (nongkrong), ngopi serta minum teh dan makan kecil snack lebaran," tutur salah satu warga Desa Bancar, Kecamatan Bungkal Nurcholis, Senin (25/5/2020).

Nurcholis sendiri bersama warga bertugas menjaga portal desa. Ini sesuai dengan arahan Pemdes Bancar terkait penjagaan desa saat perayaan Lebaran.

"Sekalian jaga portal masuk jalan lingkungan desa karena kita tutup hingga H+7 lebaran, sesuai himbauan Pemdes Bancar," imbuh Nurcholis.

Sementara, salah satu warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo Asta Yanuar bahkan dengan santainya tidur di jalan raya Ponorogo-Trenggalek karena sangat sepinya. Padahal jalan ini merupakan jalan raya utama penghubung kabupaten.

"Sejak kemarin dan hari ini, sepi banget. Lengang nggak ada kendaraan," ujar Asta.

Menurut Asta, lengangnya jalan ini baru pertama kali terjadi saat lebaran. Padahal biasanya saat lebaran, jalan utama penghubung Ponorogo - Trenggalek itu ramai kendaraan lalu lalang pemudik dan warga yang ingin bersilaturahmi ke sanak saudara.

"Saya sama pemuda sini ikut jaga portal, biar warga luar tidak masuk ke desa kami," pungkas Asta.

Lengangnya jalan sendiri bisa jadi karena warga juga tak menerima tamu. Tak sedikit warga yang sengaja menutup pintu rumah karena khawatir ada tamu yang datang. Jalanan desa pun ditutup portal serta ada penjagaan dari warga. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!