HETANEWS.COM

Trump Hadapi Kenyataan Pahit, Pengangguran di AS Merajalela

Presiden AS Donald Trump dorong acara tahunan G7 sebagai tanda normalisasi

AS, hetanews.com - Pandemi COVID-19 yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir turut menekan perekonomian global. Termasuk ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diprediksi akan mengalami kondisi terburuk.

Penasihat ekonomi senior di Gedung Putih Kevin Hassett mengungkapkan jika tingkat pengangguran di AS diprediksi akan melonjak. Pada April 2020 angka pengangguran di negeri yang dinakhodai Presiden Donald Trump itu tercatat 14,7% namun pada Mei diproyeksi naik 22% - 23%.

"Juni akan lebih tinggi," kata Hasset, Minggu (24/5/2020).

Dia mengungkapkan nantinya kongres dan Presiden Trump akan menyetujui stimulus gelombang keempat untuk menyelamatkan perekonomian AS.

Stimulus ini akan membantu bisnis, pemerintahan dan masyarakat untuk melawan COVID-19.

Menurut dia, saat ini memang banyak pekerja yang menjadi pengangguran atau cuti tidak dibayar. Namun hal ini disebut akan berakhir dengan kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Selain akibat pandemi, ekonomi AS memang mendapatkan serangan yang bertubi-tubi seperti kekhawatiran baru terkait perang dagang dengan Cina dan undang-undang keamanan baru yang ketat di Hong Kong, hal ini dapat mempengaruhi perekonomian.

"Cina juga jadi salah satu yang kami perhatikan untuk mempertimbangkan apa yang harus diambil," jelas dia.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!