HETANEWS

JK Sebut Pemerintah Sia-siakan Golden Tim Penanganan Covid-19

Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, memperlihatkan piagang penghargaan donasi 9 ribu masker N95 dari Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia untuk membantu dalam menangani pandemi virus corona baru (Covid-19), 14 Mei 2020.

Jakarta, hetanews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membicarakan golden time dalam penanganan bencana. JK mengatakan kecepatan adalah faktor yang sangat penting.

"Kecepatan itu adalah faktor utama. Dalam (penanganan) bencana tertentu ada yang disebut golden time," kata JK dalam diskusi virtual bersama Tempo, Sabtu, 23 Mei 2020.

Selama dua periode menjadi wakil presiden, JK menangani sejumlah bencana besar di Indonesia. Yakni tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, gempa Padang 2009, dan tsunami Palu-Donggala 2018.

JK mengatakan kecepatan juga sama pentingnya dalam menangani wabah Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia. Ia mengatakan, kecepatan akan berpengaruh terhadap besar-kecilnya masalah yang dihadapi.

JK pun menyinggung jumlah kasus Covid-19 yang kecil di Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan New Zealand. Menurut JK, negara-negara tersebut berhasil karena mulai merespons Covid-19 sejak bulan Januari.

"Kita masih berdebat Januari Februari, ini penting, tidak penting, menganggap enteng. Dua bulan kita kehilangan," kata JK.

JK mengatakan golden time ini merupakan momen di awal-awal terjadinya bencana. Dia mencontohkan Vietnam yang cepat merespons dengan mulai mengisolasi satu kecamatan di bulan Januari.

"(Golden time) awal-awal. Jadi sedikit, isolasi cepat. Di Vietnam karena cepat Januari dia isolasi hanya satu kecamatan, bisa dia kontrol, kemudian lockdown Hanoi, Ho Chi Minh," ucap JK.

JK mengimbuhkan, begitu pula yang terjadi di Taiwan dan New Zealand. Per hari ini, tercatat tidak ada korban meninggal akibat Covid-19 di Vietnam. Korban meninggal di Taiwan dan New Zealand berturut-turut sebanyak 7 dan 21 orang. "Amerika karena telat akibatnya begini," kata JK. Jumlah korban meninggal Covid-19 di Negeri Abang Sam itu mencapai 97 ribu orang hingga saat ini.

Sumber: tempo.co  

Editor: suci.