HETANEWS

Kasus Dugaan Bos Hotel di Karimun Aniaya Mantan Pekerja Dihentikan

Pengusahan Hotel di Karimun yang dilaporkan atas tudingan penganiayaan, Billy Bravomac.

Karimun, hetanews.com - Akhir cerita tudingan kasus penganiayaan yang sempat menyeret nama salah satu pengusaha perhotelan di Karimun, Billy Bravomac perlahan menemui titik terang.

Sebelumnya, Billy dituduh telah menganiaya salah satu mantan pekerja nya bernama, Ricardo, pada 14 Juli 2019 lalu. Ia kemudian melaporkan perihal kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kini kasus tersebut resmi dilakukan penghentian, itu tertuang dalam Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang telah dikeluarkan oleh Polres Karimun.

Kejaksaan Negeri Karimun sempat melakukan pengembalian berkas (P19) kepada Polisi untuk kembali dilengkapi, pengembalian itu berkaitan dengan alat bukti yang tidak cukup kuat untuk membuktikan Billy bersalah dalam kasus ini.

"Terkait pengembalian berkas itu sudah sampai empat kali, hal itu dikarenakan berkaitan dengan alat bukti yang dapat di majukan.

Disitu ada hal terkait BB pisau yang tidak ada ditempat, sedangkan korban sendiri mengaku pisau itu ada di TKP,"ujar Kasi Pidum Kejari Karimun, Hamonangan P Sidauruk, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Kedua, kata Hamonangan, berkaitan dengan saksi yang melihat kejadian dimaksud. Sebelumnya keterangan tersebut diperoleh hanya berdasarkan dari ungkapan korban.

"Mengenai saksi yang melihat kejadian itu, pada saat itu hanya berdasarkan pengakuan dari pada korban, sedangkan saksi lain tidak ada yang menunjukan telah terjadi penganiayaan,"jelasnya.

Kemudian, alasan lain pengembalian berkas tersebut menyoal keterangan korban yang menyatakan dalam kondisi baju robek usai menjadi sasaran penganiayaan oleh Billy dan dua terlapor lainnya.

"Korban mengakui pakaiannya sobek setelah kejadian tersebut. Sedangkan dia berlari dari Hotel itu pakaiannya utuh. Itu menjadi petunjuk kepada kami,"katanya.

Dia menjelaskan, beberapa kali panasehat hukum pelapor sempat mengkonfirmasi perkembangan kasus tersebut ke Kejari Karimun.

"Tapi kami dengan alasan yang jelas, bahwa ini kurang cukup bukti untuk dinaikan. Semua ini kembali dapat kita lihat apa yang terjadi pengembalian berkas oleh jaksa saya,"ucapnya.

Sementara Billy mengaku telah menerima Surat Pemberhentian Penyidikan (SP3) itu dari pihak kepolisian.

"Dari awal sudah saya katakan, bahwa ini adalah rekayasa yang sangat terstruktur dan rapi. Sekarang sudah terbukti kita tidak seperti apa yang dituduhkan,"kata Billy di Karimun.

Diketahui sebelumnya, korban mengaku dianiaya ketiga terlapor di salah satu kamar di Hotel Satria Karimun. Dari kejadian itu, pelapor berhasil melarikan diri.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.